Siapa Saja Pelaku Pasar Komoditas Berjangka?

Dalam berita-berita tentang pasar berjangka, baik forex maupun komoditas, kerap kali muncul frase “Pelaku Pasar”. Sepintas frase ini bisa dimaknai penjual dan pembeli di pasar tersebut, tetapi sebenarnya pelaku pasar mencakup banyak golongan yang setiap saat bisa beraktivitas menjual maupun membeli aset. Umumnya terdapat dua kelompok pelaku utama dalam sebuah pasar berjangka, yaitu para Hedger dan Spekulator.

Pelaku Pasar 1 : Hedger

Hedging dilakukan untuk mengelola risiko fluktuasi harga. Para pelaku hedging (Hedger) biasanya adalah produsen komoditas yang ingin berlindung dari pergerakan harga yang tidak diinginkan sembari mengambil profit sebanyak mungkin apabila harga bergerak di kisaran level yang mereka prediksi sebelumnya.

Terdapat dua tipe hedging. Pertama adalah short hedging, yaitu saat diekspektasikan harga di masa depan akan lebih rendah dibanding harga saat ini. Kedua adalah long hedging, saat diekspektasikan harga di masa depan akan lebih tinggi dibanding harga saat ini.

Umpamanya bila seorang atau sebuah perusahaan pembuat perhiasan melakukan hedging pada emas. Seandainya emas berjangka saat ini diperdagangkan di kisaran level harga 1,300 dolar AS per troy ons dan perusahaan pembuat perhiasan tersebut merasa bahwa harga logam mulia emas akan meningkat nantinya, maka mereka bisa membeli kontrak pembelian emas berjangka untuk pengiriman beberapa waktu mendatang dengan harga saat ini.

Dengan cara tersebut, sebagai konsumen komoditas, perusahaan pembuat perhiasan itu akan terlindungi dari kemungkinan terhadap kenaikan harga emas dan bisa menjaga biaya bahan baku dari perubahan yang tak diinginkan.

Hedger dapat diklasifikasikan ke dalam empat tipe yaitu:

a. Produsen Komoditas

Produsen ini mencari tahu keuntungan penjualan produk mereka dan melakukan hedging terhadap penurunan tajam harga komoditas mereka.

b. Konsumen Komoditas

Kelompok ini ingin memastikan bahwa mereka sudah mendapatkan harga komoditas yang sesuai dan ingin untuk melindungi diri mereka dari kenaikan harga komoditas yang secara tiba-tiba.

c. Manager Portofolio

Pengelola dana investasi pada reksadana, pengelola dana ekuitas, dan dana pensiun dapat melakukan hedging terhadap adanya kenaikan atau penurunan harga yang mendadak di pasar. Selain itu, hedging juga dilakukan untuk melindungi seluruh portofolio investasi.

d. Hedge Fund

Ada hedge fund yang menggunakan beberapa strategi untuk memaksimalkan imbal hasil bagi investor mereka dan untuk mencapai target invetasi mereka. Partisipasi dalam pasar berjangka dapat membantu mereka untuk menyeimbangkan strategi dan manajemen risiko.

Pelaku Pasar 2: Spekulator

Pelaku pasar berjangka kedua adalah Spekulator. Para Spekulator inilah yang menyediakan likuiditas di pasar, atau dengan kata lain, meramaikan aktivitas jual-beli di pasar. Spekulator, meski tidak memiliki minat pada aset atau komoditas, mereka melakukan pembelian kontrak semata-mata untuk mencari keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual komoditas pada waktu yang ideal.

Sebagaimana juga Hedger, terdapat dua tipe posisi yang bisa dibuka oleh Spekulator:

a. Posisi Long

Jika seorang Spekulator meyakini bahwa harga dari suatu komoditas akan mengalami kenaikan di masa mendatang, mereka akan membeli atau memperpanjang kontrak berjangka. Apabila harga meningkat di
masa mendatang, Spekulator ini bisa memperoleh profit karena dapat menjual kontrak berjangkanya dengan harga tinggi.

b.Posisi Short

Apabila seorang Spekulator berpikir bahwa harga suatu komoditas akan menurun pada beberapa waktu mendatang, ia dapat menjual kontraknya saat itu juga. Ketika harga komoditas ini melandai, Spekulator bisa buy back kontrak di level harga yang lebih rendah untuk melindungi posisinya.

Di samping itu, Spekulator pun bermacam-macam dan dapat dikategorikan sebagai berikut:

a. Individual Trader 

Melalui penggunaan trading elektronik, kini terdapat banyak sekali trader perseroangan/trader ritel yang dengan mudahnya ikut serta dalam pasar berjangka. Selain itu, dengan adanya kemudahan dalam akses informasi, mendorong seorang trader untuk melakukan penelitian dan analis yang tepat agar dapat memperoleh profit.

b. Proprietary Trader

Institusi yang melakukan proprietary trading memberikan trader mereka dana dan suatu sistem sehingga memungkinkan untuk trading dengan strategi yang tepat.

c. Hedge Fund

Pengelola investasi ini pada dasarnya menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian menggunakannya untuk mencari profit di pasar berjangka. Aktivitasnya berpusat pada usaha untuk memberikan imbal hasil yang lebih baik kepada investor mereka dan mencari cara agar bisa mengelola risiko dengan baik. Hedge Fund biasanya bergelut dengan jumlah kontrak yang besar.

d. Market Maker

Market Maker merupakan sebutan untuk perusahaan broker/dealer yang menanggung risiko dengan memegang sejumlah kontrak berjangka guna memfasilitasi investor yang sewaktu-waktu ingin membeli kontrak tersebut. Market marker memperoleh profit melalui selisih harga beli dan jual pada transaksi kontrak berjangka.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *