Sejarah dari Komoditi Trading (commodity trading)

Yes. Seperti biasanya perdagangan berjangka dimulai dari Amerika Serikat tepatnya di Chicago sekitar tahun 1800. Misi perdagangan berjangka kala itu adalah untuk memperkecil resiko yang timbul akibat terjadinya kenaikan atau penurunan harga komoditi.

Bermula dari tahun 1840 marketing biji-bijian sejenis palawija, gandum, jagung dan kedelai(grain) di Chicago mengalami masa sulit. Di Amerika, Grain merupakan makanan pokok di Amerika.

Menjelang masa tanam, harga grain di Chicago sangat tinggi karena permintaan akan grain banyak dan sebaliknya saat musim panen harga pasti turun karena permintaan sedikit dan stok grain berlimpah. Para petani tidak mempunyai tempat penyimpanan(storage) yang luas, sehingga para petani langsung menjualnya pada musim panen dengan harga murah. Penawaran melimpah, pembeli sedikit. Tak dapat dipelak, harga pun jatuh.

Masalah diperparah oleh jalur distribusi yang lambat (terkait dengan transportasi), gagal panen menjadikan harga grain menjadi tinggi. Jumlah grain yang sedikit, permintaan pabrik tetap membuat harga grain menjadi sangat tinggi.

Melihat kenyataan seperti itu, baik petani, produsen dan pabrik industri roti terus berpikir untuk memecahkan masalah ini.

Akhirnya 82 pebisnis dari Chicago menirikan tempat pertemuan yang sekarang dikenal sebagai Chicago Board of Trade (CBOT). Tujuan pasar ini adalah untuk membuat perjanjian beli dan jual di masa yang akan dating atau yang dikenal sebagai Forward Contract. Transaksi pertama terjadi pada 13 Maret 1851 dengan transaksi 3000 bushels(1 bushels = 36 liter) jagung untuk pengiriman di bulan Juni.

Secara umum, Forward Contract(FC) adalah perjanjian dan kesepakatan (komitmen)yang legal antara pembeli dan penjual dengan mencantumkan komoditi spesifik, yang memuat jumlah, harga, waktu pengiriman dan lokasi penerimaan di masa yang akan datang.Kelemahannya hanya terletak pada kualitas dan waktu pengiriman.

Untuk petani Chicago, FC sangat membantu dan menolong saat panen.

Tahun 1865, CBOT meresmikan standar kontrak untuk kontrak futures. Dapat dikatakan FC disebut-sebut sebagai cikal bakal Futures Contract, yang saat ini lebih dikenal dengan Futures Market (perdagangan berjangka).

Perbedaan Forward Contract dan Futures Contract adalah dalam hal negosiasi harga. Harga Forward Contract ditentukan oleh penjual dan pembeli secara tertutup sedangkan Futures Contract ditentukan secara lelang terbuka dengan melibatkan penjual dan pembeli dalam jumlah banyak.

Tahun 1900 Futures Contract mengalai kemajuan pesat dimana banyak bursa-bursa lain yang muncul, seperti New York Mercantile Exchange, New York Sugar, dll.

Pada tahun 1923 dibuat UU pertama tentang Futures Trading yaitu Grain Futures Act yang isinya mewajibkan komoditi yang diperdagangkan di bursa harus mendapatkan izin dari pemerintah pusat. Tahun 1936 dibuat UU yang baru yaitu Commodity Exchange Authority (CEA).

Tahun 1974, CEA digantikan oleh Commodity Trading Commision Act uyang dibentuk oleh komisi yang independent yaitu Commodity Futures Trading Commisions (CFTC).

CFTC adalah perpanjangan tangan presiden untuk mengawasi perdagangan Futures termasuk index & forex. Saat ini CFTC adalah pengawas perdagangan berjangka dengan membuat kebijakan dari ancaman persaingan usaha yang tidak sehat antar pialang dan bursa di Amerika.

 

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *