Sawit Indonesia: Katanya Vs. Faktanya

Gerakan LSM asing membawa misi titipan dari industri minyak nabati di Amerika dan Eropa yang merasa terjepit pasarnya dengan perkembangan industri minyak sawit Indonesia. Salah satu kiatnya adalah menebarkan kampanye negatif tentang lingkungan yang dibidikkan langsung ke Indonesia.

1. Katanya minyak sawit mengandung kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung.

Faktanya tudingan tersebut tidak terbukti. Bahkan, minyak sawit dikenal sebagai minyak sehat dan nonkolesterol karena kandungan asam lemak jenuhnya sangat rendah dibanding dengan minyak nabati lainnya. Karena tidak terbukti mereka bergeser ke isu lingkungan.

2. Katanya lahan perkebunan sawit biang keroknya polusi udaradan menimbulkan emisi karbon.

Faktanya,Ada 10 negara di dunia yang tercatat sebagai penghasil polusi (CO2) terbesar adalah Cina, Amerika, India, Rusia, Jepang, Iran, Kanada, Korea Selatan, dan Inggris. Semua negara tersebut, telah menyumbangkan 52-73 persen total emisi karbon. Sedangkan Indonesia sangat kecil yakni hanya 1,3 persen. Tapi kita selalu dipersalahkan dimata internasional.

3.Katanya minyak sawit itu tidak produktif

Faktanya produktivitas minyak sawit terbesar diantara minyak nabati yang menjadi andalan negara barat. Produktivitas minyak sawit mencapai 3,5 ton per hektare per tahun. Sedangkan minyak nabati yang menjadi andalan mereka yaitu minyak kedelai 0,36 ton/hektare per tahun. Minyak kanola sebesar 0,55 ton per hektare per tahun, dan minyak biji bunga matahari mencapai 0,36 ton per hektare per tahun.

4. Katanya minyak sawit itu boros lahan, tidak efisien.

Faktanya hanya membutuhkan untuk menghasilkan 1 ton Cruid Palm Oil (CPO) hanya dibutuhkan 0,26 hektar saja. Sementara, 1 ton minyak kedelai memerlukan 2,22 hektar. Minyak biji bunga matahari menghabiskan 2 hektare untuk 1 ton. Dan, minyak kanola membutuhkan 1,52 hektare.

Yah, itulah LSM yang membonceng kepentingan negara asing. Mereka membawa misi tertentu terhadap industri kelapa sawit Indonesia. Atau diperalat oleh sejumlah pengusaha besar Amerika dan Eropa yang merasa khawatir dengan perkembangan signifikan industri sawit Indonesia.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *