RI Ekspor Ikan Hias Rp 864,5 Miliar Selama 2016, Terbanyak ke AS

Secara global perdagangan komoditas ikan hias air tawar jauh lebih besar dari ikan hias air laut. Pangsa pasarnya mencapai 85%. Hal ini terjadi karena ikan hias air tawar kebanyakan bisa dibudidayakan, sementara ikan hias air laut lebih banyak dari hasil tangkapan. Semakin hari permintaan ikan hias air tawar semakin terus meningkat. Mungkin karena harganya yang relatif lebih murah dari ikan hias air laut.
 

Pada beberapa dasawarsa kebelakang, Indonesia hanya mengekspor ikan hias ke Singapura. Dari Singapura ikan-ikan ini diekspor lagi ke berbagai negara. Namun saat ini, ekspor kita sudah menembus 60 negara dengan nilai lebih dari 50 juta dolar AS dan peningkatan sekitar 9% per tahunnya. Indonesia pun selalu menjadi 5 besar eksportir ikan hias dunia.

Dari sisi keragaman ada lebih dari 300 jenis ikan hias air tawar maupun laut yang menjadi andalan ekspor. Biasanya ikan hias yang layak ekspor diseleksi berdasarkan enam kriteria, yakni ukuran, jenis, keseragaman, keunikan bentuk dan warna, bebas penyakit, dan daya adaptasi.

Angka Ekspor komoditas ikan hias di tahun 2016 cukup besar. Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI) mencatat, selama 2016 Indonesia mampu mengekspor 65 juta dolar AS atau setara dengan Rp 864,5 miliar (kurs Rp 13.300/dolar AS).
“Tahun 2016 pencapaian ekspor sebesar 65 juta dolar AS,” kata Ketua DIHI Suseno Sukoyono kepada kumparan.
Nilai tersebut naik 61 persen bila dibandingkan capaian di tahun 2016 yang hanya 40 juta dolar AS. Sedangkan di tahun 2017 ini, DIHI menargetkan angka ekspor ikan hias ada di kisaran 70 juta dolar AS.
Dari capaian kinerja ekspor di tahun 2016, DIHI mencatat Indonesia menjadi eksportir ikan hias air tawar terbesar ketiga di dunia. Sedangkan ekspor ikan hias air laut Indonesia adalah yang terbesar di dunia.
“Di tahun 2015, Indonesia nomor 3 untuk ikan hias tawar dan nomor 3 untuk ikan hias laut. Sedangkan di 2016 ikan hias air tawar masih nomor 3 di dunia tetapi ekspor ikan hias air laut mampu menempati nomor 1,” tuturnya.
Sedangkan dari negara penerima ikan hias asal Indonesia, Amerika Serikat (AS) menduduki peringkat pertama disusul Jepang, Hongkong, Australia dan Inggris. Sedangkan negara Singapura dan China menjadi pusat transit ikan hias Indonesia untuk kemudian diekspor ke negara tujuan.
Secara umum DIHI mencatat ada lima negara pengimpor ikan hias terbesar di dunia. Negara Singapura menduduki peringkat pertama dengan angka impor 2,3 juta dolar AS per tahun, Jepang 2,2 juta dolar AS per tahun, AS 2 juta dolar AS per tahun, dan Hongkong 2,9 juta dolar AS per tahun.
“Potensi pasar ikan hias di Indonesia juga dapat dilihat dari perkembangan komoditi yang cukup pesat dan prospek yang menjanjikan,” sebut Suseno.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *