PT Timah Lakukan Efisiensi Ditengah Rendahnya Harga Timah Dunia

Sekretaris Perusahaan PT Timah (Persero) Tbk Agung Nugroho menyampaikan jika harga balok timah di pasar dunia saat ini masih rendah dan belum menguntungkan perusahaan timah yang berlokasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tersebut. Harga timah di pasar dunia saat ini dinilai mengkhawatirkan karena berada di kisaran 14 ribu dolar per ton.Agung Nugroho di Pangkalpinang, mengungkapkan kondisi harga pada saat ini  sangat tidak menguntungkan produsen timah, karena perusahaan harus mengeluarkan biaya investasi dan eksploitasi yang tinggi. Untuk itu PT Timah berupaya melakukan efisiensi di segala bidang, terutama efisiensi yang tidak produktif.

Pada saat ini perseroan telah melakukan efisiensi pemakaian pelumas, bahan bakar minyak, administrasi dan bahkan perjalanan dinas tidak banyak dilakukan. Hal tersebut harus dilakukan karena perseroan terus berusaha menekan biaya pengeluaran, dimana dalam  unsur keuangan ini mencakup harga pokok produksi dan harga usaha.

Harga timah yang rendah pada saat ini membuat perseroan suka tidak suka harus melakukan efisiensi, demi kelangsungan usaha dan produksi timah. Melalui cara tersebut diharapkan bisa menghemat pengeluaran perseroan dan mampu menyelamatkan perseroaan dari keterpurukan.

Terkait dengan masih rendahnya harga timah itu, PT Timah terus berupaya untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan agar Indonesia bisa menetapkan harga timah dunia. Hal tersebut dikarenakan posisi Indonesia sebagai produsen dan pengekspor timah terbesar kedua di dunia, namun harga timah dunia masih ditetapkan oleh negara lain.

Untuk mewujudkan Indonesia sebagai penentu harga timah dunia, saat ini masih dalam proses yaitu diberlakukannya sistem penjualan timah melalui satu pintu atau transaksi timah hanya melalui Indonesian Commodity and Derivative Exchange (ICDX).

Dengan begitu setiap penjual dan pembeli timah diharuskan terdaftar terlebih dahulu sebagai anggota ICDX, baru bisa melakukan transaksi di bursa Jakarta. ICDX ini diharapkan dapat berperan sebagai bursa timah dan menjadi acuan harga timah internasional di masa depan.

Selain itu Agung Nugroho menambahkan jika pihaknya siap menampung bijih timah penambangan rakyat guna mencegah penambangan ilegal di Bangka Belitung yang cukup tinggi. PT Timah siap membeli bijih timah rakyat apabila penambang sudah memenuhi persyaratan penambangan yang telah ditetapkan.

Jika selama ini PT Timah belum bisa menampung bijih timah rakyat, hal tersebut dikarenakan para penambang rakyat belum memiliki alat keselamatan tambang yang ramah lingkungan. Meskipun penambangan timah rakyat itu berada di kawaan izin usaha penambangan PT Timah, namun perseroan tidak bisa menampung hasil tambang rakyat yang dilakukan secara tidak benar sesuai aturan yang berlaku.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *