Produksi Kayu Manis Meningkat

Produksi kayu manis kering di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung melonjak disebabkan berlimpahnya panen komoditas tersebut di daerah itu. “Produksi kayu manis petani pekan ini melonjak, disebabkan berlimpahnya panen kayu manis di daerah ini yang didukung pula faktor cuaca, sehingga pasokan kayu manis dari petani berlimpah” kata agen kayu manis di Kecamatan Karyapenggawa, Lampung Barat,

Setelah melakukan panen, petani dengan mudah mengeringkan kulit kayu manis dengan cepat pasalnya kondisi cuaca sejak sepekan membaik. Menurut dia, pasokan kayu manis petani berlimpah, sehingga agen mampu mencukupi permintaan agen besar di luar daerah.

“Harga kayu manis di Lampung Barat cenderung membaik, membuat petani diuntungkan untuk menjual stok kayu manisnya pada agen, selain itu diprediksi permintaan kayu manis di Pulau Jawa akan mengalami peningkatan mendekati Ramadhan, sehingga agen mulai menyiasatinya dengan menambah pasokan kayu manis untuk menjadi stok pengiriman nanti,” kata dia lagi

Sebelumnya, kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lampung Barat, Rusdi, mengatakan, komoditas kayu manis semakin diminati petani di Lampung Barat.

“Komoditas kayu manis di Lampung Barat semakin berkembang, rata-rata petani mengembangkan tanaman ini menjadi satu dari komoditas lain, tanaman kayu manis ini memiliki produktivitas tinggi, selain kulit, batang kayu tanaman itu dapat dijual petani ataupun dipergunakan untuk bahan bangunan,” kata dia.

Dia mengatakan, membudidayakan tanaman kayu manis menguntungkan selain dan mudah merawatnya dan yang paling utama tanaman tersebut tergolong tahan terhadap serangan hama akibat cuaca ekstrem.

Masih kata Rusdi, berkembangnya tanaman kayu manis di Lampung Barat dapat menjadikan daerah itu sentra kayu manis terbesar di Provinsi Lampung.

“Berharap agar petani dapat menjaga mutu kayu manis, sehingga permintaan kayu manis semakin meningkat yang diikuti pula dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat petani di Lampung Barat,” katanya.

Lampung Barat daerah penghasilkan kayu manis di Provinsi Lampung, sebab sebagian besar dari lahan yang ada di kembangkan tanaman tersebut menjadi jenis tanaman tumpang sari, selain kopi, kakao, dan lada.

Masa tanam kayu manis produktif mencapai 15 tahun, dengan hasil 30 sampai 45 kg per pohon, data menunjukkan luas areal perkebunan kayu manis di Kabupaten Lampung Barat mencapai 619,3 hektare, dengan hasil panen per tahun mencapai 822 ton.

Permintaan kayu manis di Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung meningkat.

“Permintaan kayu manis dalam sepekan terakhir meningkat hingga 20 persen lebih, dan beruntung meningkatnya permintaan kayu manis dapat dipehuni agen sesuai target,” kata agen kayu manis di Kota Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, Arifin (38) sekitar 270 Km, dari Bandarlampung, di Liwa, Selasa.

Dia menjelaskan, pasokan kayu manis dari petani berjalan dengan lancar, sehingga penyaluran komoditas tersebut tidak tersendat. Menurut dia, harga kayu manis kering stabil, sehingga agen dan petani tidak dirugikan.

“Cuaca panas yang terjadi didaerah ini membantu petani dalam mengeringkan kulit kayu manis yang dipanen, sehingga dalam dua hingga tiga hari kulit kayu manis itu dapat dijual,” kata dia. Kemudian lanjut dia, sebagian besar petani tengah melakukan panen kayu manis, sehingga pasokan kayu manis di Lampung barat berlimpah.

Kayu manis menjadi salah satu komoditas Lampung Barat sebab sebagian besar petani membudidayakan tanaman itu sebagai tanaman tumpang sari, oleh petani kayu manis dijadikan tanaman tambahan selain tanaman induk, selain itu membudidayakan kayu manis tergolong mudah dan menguntungkan.

Masa tanam kayu manis produktif mencapai 15 tahun, dengan hasil 30 sampai 45 kg per pohon, data menunjukkan luas areal perkebunan kayu manis di kabupaten Lampung Barat mencapai 619,3 ha, dengan hasil panen per tahun mencapai 882 ton.

Produktivitas tanaman kayu manis di Lampung Barat semakin berkembang ditunjukkan dengan semakin meningkatnya petani membudayakan tanaman ini, salah satunya dengan memperluas area tanam dan memperbanyak bibit kayu manis yang ditanam.

Rata rata agen pengumpul mampu memasok sekitar empat ton perminggu, yang didistribusikan untuk agen disejumlah wilayah yakni Bandarlampung, Jakarta, Bengkulu, dan sebagian besar di Pulau Jawa.

Harga kayu manis kering di Lampung Barat mencapai Rp6 ribu perkilogram, harga tersebut relatif stabil sejak sepekan terakhir.

Sementara itu petani kayu manis di Kecamatan Sukau, Lampung Barat, Bambang Triadi (35) mengatakan, cuaca ektrim tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman kayu manis.

“Sejumlah tanaman kayu manis sama sekali tidak terkena dampak dari cuaca ekstrim yang terjadi, sehingga panen kayu manis kali ini, pendapatan petani tidak mengalami penurunan,” kata dia.

Menurut dia, tanaman kayu manis mampu dikembangkan petani sebagai tanaman sela, sehingga dari hasil panen tersebut mampu menutupi penurunan panen kopi.

Kemudian lanjut dia, berharap pemerintah dapat menyalurkan bibit kayu manis unggul, sehingga produksi kayu manis petani dapat meningkat dengan signifikan

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *