Produk Holtikultura Bisa Menjadi Sumber Ekspor Menjanjikan

Kementerian Pertanian mulai membidik perluasan daerah-daerah untuk dapat difokuskan dan dikembangkan menjadi pusat pengembangan tanaman hortikultura. Pengembangan tanaman hortikultura di kawasan non sentra lahan produktif pertanian dilakukan untuk mengatasi permasalahan bila lahan pertanian semakin berkurang dan produksi pangan juga berkurang.

Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, akan terus berupaya mendorong produktivitas tanaman hortikultura karena dapat menjadi sumber ekspor yang menjanjikan. Produk hortikultura dapat meningkatkan kinerja ekspor Indonesia ke luar negeri karena banyaknya permintaan yang berasal dari luar negeri.

Mentan di Surabaya, Jawa Timur, mengatakan bahwa pasar ekspor untuk tanaman hortikultura Indonesia terbuka lebar untuk pasar luar negeri seperti ke wilayah Eropa, Amerika dan Asia. Untuk itu peluang yang ada harus bisa dimanfaatkan dengan baik, dibarengi peningkatan kualitas produk holtikultura.

Pemerintah sendiri telah meningkatkan anggaran untuk tanaman hortikultura sebesar Rp 1,4 triliun dari Rp 600 miliar pada tahun 2014. Peningkatan anggaran ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk memajukan sektor pertanian yang dalam hal ini holtikultura, sebagai salah satu roda penggerak perekonomian nasional.

Sedangkan disisi lain pemerintah akan tetap berfokus untuk mengendalikan impor dan menggenjot ekspor. Untuk dapat melakukan hal tersebut, pemerintah akan bekerja keras menyelesaikan komoditas strategis di dalam negeri agar dapat mengurangi impor, apabila sudah bisa swasembada maka baru akan mengekspornya.

Selanjutnya Mentan menambahkan terkait dengan ekspor, hubungan antarnegara sangat penting untuk meningkatkan ekspor. Hubungan kerjasama perdagangan antar negara yang baik, tentunya akan memudahkan dalam memasarkan produk di negara bersangkutan. Terlebih lagi komoditas Indonesia seperti nanas, mangga, kacang hijau dan jagung sudah memiliki kualitas ekspor.

Kehadiran Mentan di Jawa Timur diantaranya untuk melepas ekspor mangga arum manis sebanyak tiga ton ke Singapura. Komoditas tersebut merupakan salah satu unggulan ekspor Indonesia dengan negara tujuan Malaysia, Hongkong, Brunei Darussalam, Singapura dan sebagian wilayah Arab.

Selain itu Mentan juga meresmikan pelepasan ekspor kacang hijau yang dilakukan oleh CV Hasil Tani Sejahtera sebanyak 3.000 ton dengan tujuan Filipina dan Tiongkok. Indonesia secara nasional telah mengekspor kacang hijau sebanyak 60.000 ton ke berbagai negara. Ekspor dengan tujuan Filipina tidak ada batas kuotanya, sehingga tahun depan diharapkan produktivitas hasil produksi kacang hijau semakin meningkat untuk diekspor ke luar negeri.

Sementara itu Direktur CV Hasil Tani Sejahtera, Sumanto mengatakan selain Filipina dan Tiongkok, negara yang juga membutuhkan kacang hijau dan menjadi pasar potensial untuk ekspor Indonesia yaitu India, Taiwan dan Arab Saudi.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *