Pertamina Jual Gas ke PGN Atasi Krisis Energi Sumatera Utara

PT Pertamina (Persero) melalui perusahaan afiliasinya yaitu PT Pertamina Gas Niaga menjual gas kepada PT PGN (Persero) Tbk untuk mengatasi krisis energi di Sumatera Utara. Selama ini wilayah Sumatera Utara mengalami krisis energi sehingga turut mengganggu perekonomian dan kegiatan masyarakat.

Wakil Presiden Komunikasi Pertamina Wianda Arindita Pusponegoro di Jakarta, mengatakan bahwa PGN membeli gas dari Pertamina sebesar 8 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Gas tersebut berasal dari terminal regasifikasi di Arun, Aceh yang selanjutnya mengalir melalui pipa transmisi gas Arun-Belawan yang dioperasikan oleh PT Pertagas.

Terkait dengan pasokan gas tersebut, Pertamina dan PGN telah menandatangani perjanjian jual beli gas (PJBG) untuk jangka waktu selama 5 tahun yang dapat diperpanjang. Selain itu volume gas dari sebelumnya 8 MMSCFD juga dapat ditingkatkan hingga mencapai 25 MMSCFD.

Wianda menambahkan jika Pertagas tengah membangun pipa gas dari Belawan, Medan ke Kawasan Industri Medan (KIM) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang merupakan kantong permintaan gas baik ketenagalistrikan maupun industri manufaktur. Pertagas menargetkan penyelesaian pekerjaan pipa pada September 2015, dimana pada saat ini telah mencapai 72 persen.

Melalui perjanjian jual beli gas tersebut, maka akan memberikan jaminan pasokan gas ke industri dan kelistrikan di Sumatera Utara. Dengan begitu diharapkan dapat membantu pertumbuhan ekonomi di kawasan Sumatera Utara. Perjanjian jual beli gas ini sebagai bentuk sinergi konkrit antara dua BUMN yaitu Pertamina dan PGN dalam upaya pemenuhan kebutuhan gas domestik.

Sementara itu untuk ruas Belawan hingga Kawasan Industri Medan menggunakan pipa dengan diameter 18 inchi berkapasitas alir gas 89 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan jalur Kawasan Industri Medan hingga Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei menggunakan pipa berdiameter 12 inchi dengan kapasitas sebesar 40 MMSCFD.

Proyek pipa tersebut merupakan lanjutan pengoperasian terminal penerimaan dan regasifikasi gas alam cari (LNG) di Arun, Aceh dan pipa ruas Arun-Belawan. Untuk mendistribusikan gas ke kawasan industri tersebut akan dilakukan oleh PT Pertagas Niaga sebagai anak perusahaan Pertagas.

Selain melakukan perjanjian jual beli gas dengan PGN, Pertamina juga melakukan perjanjian jual beli gas dengan Eni Muara Bakau yang merupakan perusahaan afiliasi ENI bersama dengan mitra kerja lainnya yaitu Gaz de France Suez dan Saka Energy dengan volume 1,4 juta ton per tahun selama  tahun. Gas tersebut bersumber dari proyek pengembangan Lapangan Gas Jangkrik yang akan mulai diproduksi tahun 2017.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *