Pertamina EP Asset 2 Menjamin Pasokan Minyak dan Gas Industri

PT Pertamina EP Asset 2 memberikan jaminan terhadap pasokan dan kebutuhan minyak serta gas untuk kebutuhan industri dalam kondisi aman, meskipun pada saat ini perusahaan tengah melakukan efisiensi karena harga minyak di pasar internasional mengalami penurunan yang drastis.

A worker prepares to transport oil pipelines to be laid for the Pengerang Gas Pipeline Project at an area 40km (24 miles) away from the Pengerang Integrated Petroleum Complex in Pengerang, Johor, February 4, 2015. REUTERS/Edgar Su

GM PT Pertamina EP Asset 2 Ekariza di Prabumulih, Sumatera Selatan, mengatakan untuk menyiasati harga minyak dan gas di pasar dunia yang cenderung menurun, maka perusahaan melakukan sejumlah langkah efisiensi diantaranya dengan mengurangi produksi migas di sejumlah sumur.

Penurunan harga minyak di pasar dunia memaksa perusahaan melakukan efisiensi seperti dengan penggunaan pembiayaan anggaran serta mengurangi biaya investasi untuk membuka sumur baru. Untuk menjamin pasokan gas dan minyak aman bagi Industri, maka perusahaan menghidupkan kembali dan mengoptimalkan sumur lama.

Pada saat ini Pertamina EP Asset 2 hanya mengoperasikan delapan sumur minyak dan gas dari sebelumnya sebanyak 20 hingga 30 sumur. Hal tersebut sebagai bentuk efisiensi perusahaan dan untuk melakukan hal tesebut Pertamina EP Asset 2 telah meminta izin kepada PT Pertamina (Persero) dan SKK Migas.

Produksi Asset 2 mencapai 19.753 barel per hari atau sebesar 90 persen dari target 22.049 barel per hari. Sedangkan untuk realisasi produksi gas mencapai 466,37 juta kaki kubik gas per hari atau sebesar 99 persen dari target produksi sebesar 471,23 juta kaki kubik per hari.

Selain itu Ekariza mengungkapkan jika pihaknya beroperasi selama 24 jam penuh untuk mengamankan produksi migas agar dapat berjalan lancar serta dapat memenuhi energi bagi Indonesia terutama di wilayah Sumatera Selatan.

Pipa migas yang tersedia mencapai 700 kilometer yang terbagi menjadi dua rute pipa yaitu rute Limau- Prabumulih hingga ke Plaju sepanjang 391 kilometer dan rute Pendopo – Adera hingga ke Plaju sepanjang 330 kilometer. Gas dari Asset 2 ini digunakan untuk keperluan listrik, industri pupuk dan berbagai kebutuhan di Sumatera Selatan ini termasuk juga untuk keperluan jaringan gas kota di Prabumulih dan sekitarnya.

Pertamina EP Asset 2 mengakui jika dalam proses penyediaan energi sendiri bukanlah hal yang mudah karena sering kali ditemukan masalah. Selain permasalahan teknis, banyak juga terjadi permasalahan sosial yang dapat mengganggu operasional perusahaan seperti upaya pencurian fasilitas produksi, pencurian minyak dan sabotase. Meskipun begitu perusahaan tetap berupaya menanggulangi seluruh hal tersebut melalui peningkatan sinergi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *