Perkembangan Budidaya Rumput Laut Perlu di Fokuskan Pemerintah

Pemerintah Pusat perlu melakukan fokus dalam mengembangkan budidaya perikanan dan kelautan. Salah satu komoditas yang didorong pengembangannya skala industri adalah rumput laut.

Saat ini perkembangan rumput laut sudah menunjukan peningkatan pesat mulai dari penelitian, produksi, hingga pengolahannya. Dibandingkan dengan komoditas lainnya, rumput laut merupakan usaha yang sangat menjanjikan, karena sebagian besar produksi dari marikultur atau budidaya (perikanan) disumbang dari rumput laut.

Kondisi saat ini banyak negara yang melakukan budidaya rumput laut, hal ini membuat rumput laut sangat diminati di pasar internasional. Sejalan dengan meningkatnya permintaan dan perkembangan akan budidaya rumput laut itu sendiri maka pertumbuhannya budidaya ini berjalan dengan cepat. Bukan lagi di beberapa provinsi lagi tetapi setiap provinsi mulai melihat akan keuntungan yang diraih melalui pembudidayaan akan rumput laut ini.

Pengembangan budidaya rumput laut secara sinergi dan simultan merupakan bagian dari visi misi pembangunan kabinet kerja pemerintah saat ini untuk mendorong laut sebagai sumber ekonomi bangsa di masa depan.

Rumput laut dinilai menjadi salah satu komoditas utama perikanan budidaya yang menjadi andalan dalam peningkatan produksi, meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pemasaran rumput laut bukan saja untuk memenuhi pasar internasional seperti negara Jepang, Korea, dan China tapi pasar dalam negeri mulai menunjukan permintaan yang meningkat setiap tahunnya.

Direktur Jenderal Budidaya Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebijakto mengatakan budidaya rumput laut saat ini dijadikan salah satu upaya dalam menanggulangi dampak diberlakukannya Permen KP No. 1 Th 2015 tentang pelarangan penangkapan kepiting, rajungan dan lobster dalam kondisi tertentu. “Budidaya rumput laut dapat dijadikan alternatif usaha bagi nelayan penangkap kepiting dan benih lobster, dengan alokasi anggaran pengembangan kebun bibit rumput laut sebesar Rp. 1,46 milyar. Ini akan di tempatkan di sentra-sentra penangkapan kepiting dan benih lobster”, papar Slamet.

Budidaya rumput laut diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan daerah dengan curah hujan yang kurang. Dengan cara budidaya yang sederhana, murah dan mudah, maka masyarakat pesisir akan dengan mudah melakukan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya.

Dalam pengembangannya diharapkan adanya sinergi dari berbagai pihak dalam mengembangkan rumput laut. Khususnya di sektor hulu, perlu dilakukan pemetaan dan penataan kawasan budidaya rumput laut sesuai daya dukungnya. Pengetahuan dan pengolahan dasar serta ketrampilan budidaya bagi petani juga perlu ditingkatkan.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *