Perbandingan Investasi Emas Dan Perak

Sebagian besar masyarakat mungkin meyakini, satu-satunya logam mulia yang dapat dijadikan instrumen investasi menjanjikan adalah si kuning emas. Padahal selain emas, ada logam mulia lain yang juga memberikan keuntungan besar, yaitu perak. Meski sama-sama tergolong logam mulia, kedua aset ini memiliki beberapa perbedaan cukup signifikan. Untuk Anda yang sedang mempertimbangkan apakah akan investasi emas atau perak, berikut ini adalah perbandingan investasi emas dan perak.

1. Permintaan Emas Dan Perak

Bila dibandingkan dengan perak, logam mulia emas tidak begitu banyak dipakai dalam dunia industri. Menurut data World Gold Council, permintaan emas untuk keperluan industri perlengkapan medis dan dental hanya sebesar 7 persen dari total permintaan emas. Sedangkan demand emas untuk perhiasaan di negara konsumen emas terbesar di dunia yakni China dan India juga menunjukkan penurunan tahun ini, yakni hanya sekitar 42 persen. Namun, meski permintaan emas untuk keperluan industri tidak besar, harga emas dapat menjulang tinggi. Hal ini disebabkan pergerakan harga emas didorong oleh faktor lain seperti keadaan perekonomian global, kondisi cadangan bank sentral, dan minat masyarakat untuk melindungi kekayaannya.

Berbeda dengan emas, logam mulia perak utamanya digunakan dalam industri karena perak merupakan konduktor dan memiliki sensitivitas terhadap cahaya yang sangat baik sehingga banyak digunakan dalam industri listrik. Selain itu, sifat perak yang kuat secara fisik, mudah dibentuk juga membuat logam ini dipakai dalam bahan perhiasan, barang pecah belah dan fine art selama berpuluh-puluh tahun. Oleh karena itu, jumlah permintaan perak untuk kebutuhan industri tersebut memberikan pengaruh cukup besar terhadap pergerakan harga perak.

2. Volatilitas Dan Penggerak Harga

Menurut sebuah penelitian, volatilitas harga emas dipengaruhi besar oleh faktor kebijakan moneter seperti tingkat inflasi dan tingkat suku bunga. Sedangkan untuk pergerakan harga logam mulia perak tidak dipengaruhi hal tersebut karena naiknya volatilitas harga perak cenderung didorong oleh peningkatan permintaan industri. Sehingga apabila terjadi resesi atau perlambatan dalam permintaan industri, maka bisa memicu penurunan harga perak sementara harga emas meningkat.

Selain itu, ukuran pasar perak di pasar berjangka, misalnya di COMEX, adalah lebih kecil dari pasar emas. Kondisi ini menyebabkan pergerakan harga perak lebih cepat daripada emas. Sebagai contoh, untuk setiap pergerakan emas sebesar satu persen, baik naik atau turun, perak bisa mengalami pergerakan harga hingga tiga persen. Oleh karena itu, harga perak dapat bergerak naik atau turun sangat cepat karena memiliki volatilitas harga lebih tinggi daripada emas.

Hal itu bisa membuat perak lebih berisiko bagi trader jangka pendek, terutama apabila para trader ini melakukan trading pada instrumen investasi derivatif seperti kontrak berjangka atau options yang memanfaatkan fasilitas leverage. Oleh karenanya, trader perak harus mengetahui hal ini dan membuat alokasi dana/modal yang cukup agar tidak mengalami kebangkrutan.

3. Bentuk Dan Jenisnya

Pada umumnya, Investor mempunyai dua alternatif pilihan dalam berinvestasi emas. Jenis investasi emas yang pertama adalah investasi emas berbentuk fisik (bullion atau emas batangan). Emas batangan tersebut merupakan emas murni yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang atau Antam dan mempunyai sertifikat murni sehingga emas tersebut mudah dijual di tingkat global. Bentuk lain investasi emas fisik adalah dengan dinar yang juga diproduksi Antam. Investasi emas batangan lebih menjanjikan apabila dibandingkan dengan emas berbentuk perhiasan yang harganya bisa jatuh jika dijual kembali atau telah dipasangi batu permata.

Jenis kedua investasi emas adalah trading emas online. Karakteristik serta tata cara berinvestasi antara trading emas dan investasi emas berbentuk fisik sama sekali tidak sama. Sistem pada trading emas, sebagai contoh adalah pair XAU/USD mirip dengan sistem pada trading forex. Jika Anda belum berpengalaman dalam trading emas, disarankan untuk memahami konsep trading forex terlebih dahulu. Setelah aktivitas belajar trading forex tuntas, Anda dapat melenjutkan untuk mempelajari strategi dan teknik trading tertentu agar bisa sukses dalam bertrading emas.

Serupa dengan emas, investor juga dapat melakukan invetasi perak dengan membeli perak berbentuk fisik (perak batangan) dan trading perak online di pasar forex dengan pair XAG/USD. Perak juga digunakan sebagai perhiasan, tapi berbeda dengan emas, nilai perak perhiasan akan jatuh apabila dijual kembali. Selain itu, dirham atau koin perak juga dapat menjadi pilihan instrumen investasi perak yang cukup likuid. Anda dapat membeli dirham yang diproduksi PT Antam karena dirham ini disertai Sertifikat sehingga terjamin keasliannya.

4. Imbal Hasil

Berinvestasi emas bentuk fisik (emas batangan) sebaiknya dilakukan dalam kurun waktu jangka panjang karena keuntungan baru bisa diambil setelah beberapa tahun emas batangan tersebut disimpan. Imbal hasil investasi emas relatif tinggi karena nilai emas cenderung meningkat dalam jangka panjang, terutama di tengah perubahan serta ketidakpastian pasar finansial global. Di samping itu, pada trading emas online, investor dapat mendapatkan keuntungan dari naik atau turunnya harga di pasar.

Sementara itu, serupa dengan emas, imbal hasil investasi perak batangan bisa didapatkan jika investasi perak dilakukan jangka panjang. Bedanya dengan emas, pertumbuhan harga perak batangan dalam periode tertentu lebih tinggi daripada emas. Sedangkan dalam trading perak, investor dapat take profit sesuai dengan pergerakan harga di pasar, tapi peluang untuk merugi juga sangat besar mengingat pergerakan volitilitas harga perak dalam pasar sangat tinggi daripada emas.

5. Risiko Investasi

Sebagai logam mulia, investasi emas dan perak berbentuk fisik sama-sama memiliki risiko kehilangan kedua logam tersebut. Munculnya risiko pencurian atau perampokan ini disebabkan karena sifat kedua logam ini yang mudah dipindahtangankan. Oleh karena itu, investor harus siap mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk menyimpan emas dan perak di tempat yang lebih aman. Ada pula risiko likuiditas pada investasi perak batangan karena pasar penjualan kembali di Indonesia masih berfokus pada emas.

Sementara itu, beberapa risiko juga ada pada trading emas dan perak. Fasilitas leverage tinggi yang biasanya ditawarkan oleh broker memungkinkan trader untuk berinvestasi dengan dana minim, tetapi juga meningkatkan potensi risiko. Selain itu, pergerakan harga perak jangka pendek di bursa relatif sangat tinggi. Harga perak bisa meningkat atau mengalami penurunan sebesar 20 persen atau lebih dalam periode waktu yang cukup singkat. Oleh karena itu, untuk meminimalisir risiko ini, investor harus betul-betul memahami kondisi pasar dan hal-hal yang yang mendorong perubahan harga agar waktu mengambil posisi buy dan sell tepat dan mendapatkan imbal hasil yang maksimal.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *