Pengembangan BBN Untuk Menggantikan Energi Fosil

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi, Rida Mulyana mengungkapkan jika ketergantungan energi kepada negara lain sangat berbahaya karena itu perlu diupayakan untuk memaksimalkan potensi sumber-sumber energi alternatif menggantikan energi fosil.

Indonesia sendiri memiliki banyak sumber energi alternatif seperti kelapa sawit yang dapat diolah menjadi Bahan Bakar Nabati (BBN). Pasokan kelapa sawit Indonesia saat ini juga sangat melimpah sehingga tidak perlu menambah luas lahan karena sudah mencukupi kebutuhan.

Rida menambahkan jika prioritas kebijakan pengembangan energi pemerintah yaitu memaksimalkan penggunaan energi terbarukan dengan memperhatikan tingkat keekonomian dan meminimalkan penggunaan minyak bumi. Pemanfaatan energi baru terbarukan akan memberikan manfaat yang besar untuk mewujudkan kemandirian energi.

Trend produksi CPO yang masih akan terus meningkat, produksi minyak sawit tahun 2011 adalah 22,5 juta ton dan saat ini pasokan bahan baku melimpah, karena Indonesia surplus produksi 70 persen yang selama ini menjadi andalan ekspor nasional.

Meskipun Indonesia menjadi market leader sebesar 17 persen, namun posisi Indonesia di pasar international relatif lemah sehingga perlu penguatan pasar domestik. Hal tersebut harus dilakukan agar Indonesia tidak terlalu tergantung kepada pasar ekspor, khususnya lewat biodisel.

Untuk mewujudkan penyerapan CPO dalam negeri yang lebih besar, pemerintah telah mencanangkan mandatori BBN sebesar 15 persen tahun ini dan 20 persen untuk tahun 2016 mendatang. Pencampuran BBN sebesar 10 persen tidak mengganggu kinerja mesin dan pencampuran 20 persen BBN sudah dilakukan test dengan hasilĀ  tidak ada permasalahan signifikan.

Tujuan dilakukannya pencampuran BBN akan memberikan banyak manfaat antara lain, mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar yang makin tinggi dan akan terus semakin tinggi. Selain itu mencampur dengan sawit itu dilakukan karena pasokan sawit Indonesia yang melimpah tanpa harus menambah lahan sawit karena masih melimpah.

Teknologi biodiesel akan terus berkembang, dengan teknologi yang lebih maju biodesel bisa digunakan tanpa pencampuran atau murni 100 persen biodiesel. Industri mobil bisa melakukan penyesuaian teknologi tersebut seperti yang diterapkan negara Brazil dimana semua mobil baru menggunakan teknologi FFV (Fuel Flexible Vehicle).

Terkait dengan pengembangan dan pemanfaatan BBN itu, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) berharap Badan Layanan Umum (BLU) CPO Fund mampu mewujudkan pengembangan BBN. Pengembangan BBN dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil dan beralih menggunakan bahan bakar nabati.

Oleh karena itu keberadaan BLU akan menjadi sangat penting dan harus dikelola secara transparan terkait dengan penggunaan dana untuk pengembangan biodiesel sehingga tidak akan ada penyimpangan dalam penggunaannya. Mekanisme penggunaan dana dan pengembangan BBN menjadi sangat penting di dalam BLU.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *