Pemprov NTB Menolak Bantuan Kerbau Impor Kementan

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menolak bantuan kerbau impor dari Kementerian Pertanian yang akan dikembangkan di salah satu kabupaten NTB dengan alasan mencegah masuknya penyakit berbahaya yang dibawa dari daerah lain.Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Nusa Tenggara Barat (NTB), Budi Septiani di Mataram, mengatakan jika kerbau yang berasal dari NTB lebih bagus, sehingga pihaknya tidak ingin ada kerbau dari luar NTB yang membawa penyakit karena NTB bebas dari penyakit kerbau.

Budi memperkirakan ada usulan dari Kabupaten Sumbawa untuk mendatangkan kerbau dari luar untuk dikembangkan di sentra kerbau terbanyak di NTB itu. Akan tetapi pada saat menerima surat tembusan dari Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB ini mengaku langsung membuat surat penolakan.

Budi mengungkapkan pada saat Menteri Pertanian berkunjung beberapa waktu lalu, dirinya meminta dana bantuan untuk kerbau impor itu dikembalikan ke NTB, namun dengan pendekatan kerbau lokal.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, Syafruddin Nur mengatakan jika pihaknya menginginkan agar pemerintah tidak hanya fokus kepada peningkatan populasi sapi saja, akan tetapi juga kepada kerbau yang sudah menjadi ikon Sumbawa.

Syarifuddin berpendapat jika hewan kerbau adalah ternak asli yang dipelihara masyarakat Sumbawa sejak zaman dahulu dan sudah diekspor ke sejumlah negara. Oleh sebab itu pihaknya ingin mengembalikan kejayaan pemeliharaan kerbau seperti yang pernah terjadi pada tahun 1940-an, dimana saat itu kerbau Sumbawa diekspor ke sejumlah negara yaitu salah satunya Hongkong.

Pertimbangan itulah yang mendorong Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa ingin mengembalikan kejayaan masa lalu. Kerbau Sumbawa merupakan salah satu rumpun kerbau lokal Indonesia yang memiliki keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan lingkungan.

Selain itu kerbau Sumbawa memiliki ciri khas yang berbeda dengan rumpun kerbau lumpur atau kerbau lokal lainnya dan merupakan kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan.

Sementara itu pemeliharaan kerbau saat ini memang sudah bergeser ke ternak ruminansia jenis sapi. Hal itu disebabkan masyarakat menilai pemeliharaan sapi lebih sederhana, tahan panas dan sumber pakannya relatif tersedia. Sistem pemeliharaan juga tidak membutuhkan kandang karena dilepas secara liar di alam bebas, sehingga sapi bisa mencari makan sendiri. Pola pemeliharaan itu disebut sistem Lar.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *