Pemprov Jateng-DKI Jakarta Siap Bangun Gudang Komoditas Pertanian

Rencana kerja sama membangun gudang komoditas pertanian asal Jawa Tengah untuk menyuplai kebutuhan warga DKI Jakarta disambut baik.

“Kalau nanti kita kerjasamakan mungkin bisa kita antisipasi untuk meredam inflasi. Harga-harga yang melambung tinggi ini sebenarnya bisa didorong kerja sama antar daerah,” ujar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menerima kunjungan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di ruang kerja Gubernur Jateng.

Ganjar mengusulkan gudang dibangun dua, satu di Jakarta dan sisanya di Jateng. APBD Pemprov DKI Jakarta sangat besar dan kerja sama ini diyakini mampu mengendalikan inflasi dari daerah.

“Ini sama-sama bisa mengendalikan inflasi dari daerah. Kita juga ada ikatan batin luar biasa karena sebagian besar warga DKI dari Jateng,” kata Ganjar.

Contoh konkret bentuk kerja sama selama ini adalah penanganan orang terlantar antar Dinas Sosial Pemprov Jateng dan DKI Jakarta.

Semisal ketika ada orang Brebes yang hilang di Jakarta, maka komunikasi antar dinas bisa langsung dilakukan cukup lewat media sosial Twitter tanpa melalui Gubernur.

“Dinsos di sini tinggal telepon Jakarta, ketemu di antar ke sini, jadi enggak bicara lagi siapa yang membiayai. Ini relasi yang sudah kita bangun. Jika Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian bisa didorong akan bagus,” ia menambahkan.

Menurut Ganjar, ini juga peluang bagi petani di Jateng untuk mendapatkan untung lebih. Sebab harga jual di Jateng tentu akan menjadi tinggi ketika dijual di Jakarta.

Misalnya harga komoditas cabai rawit saat ini di Jateng seharga Rp 47 ribu per kilogram sementara di Jakarta mencapai Rp 80 ribu perkilogram. Namun untuk harga cabai rawit merah masih Rp 120 ribu per kilogram sama dengan Jakarta.

“Cabai merah besar turun 17,03 persen sekarang sudah Rp 25 ribu, cabai merah besar keriting turun 21 persen atau stabil Rp 26.500. Kalau mau jual agak mahal ya jual ke Jakarta,” ucap Ganjar.

Dikatakan Ganjar, jika saat ini sudah bisa ada penandatanganan kerja sama tentu stabilisasi harga komoditas dan inflasi bisa dikendalikan oleh pemerintah daerah.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *