Mentan Dorong Petani Tingkatkan Produksi Tembakau

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendorong para petani untuk dapat meningkatkan produksi tembakau guna menekan impor bahan baku rokok kretek tersebut. Indonesia masih mengimpor tembakau mencapai 150 ribu ton per tahun dengan nilai sekitar Rp50 triliun.

Mentan di Magelang, Jawa Tengah, mengatakan jika para petani bisa meningkatkan produksi tembakau, maka impor komoditas tersebut dapat dikurangi. Pengurangan impor tembakau tersebut ditargetkan bisa sebanyak-banyaknya yang dibarengi dengan peningkatan produksi tembakau di dalam negeri.

Oleh karena itu para petani akan terus diberikan motivasi serta bantuan dengan harapan terjadi peningkatan produksi tembakau mengikuti penigkatan produksi padi terbesar dalam 10 tahun terakhir yaitu peningkatan pada tahun ini sesuai dengan angka ramalan sebanyak 5,5 juta ton padi.

Mentan menambahkan untuk dapat meningkatkan produksi tembakau tersebut, maka pemerintah akan menyalurkan bantuan untuk petani tembakau senilai Rp19 miliar. Bantuan tersebut antara lain berupa pompa air dan traktor sebanyak 30 unit. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong peningkatan produksi sehingga jumlah impor bisa dikurangi.

Diharapkan petani tembakau bisa meningkatkan produksi dan kualitas tembakau sehingga impor bisa ditekan. Kualitas tembakau Indonesia juga tidak kalah jika dibandingkan dengan tembakau dari luar negeri dan diharapkan dengan adanya peningkatan produktivitas bisa memenangkan persaingan.

Menurut angka ramalan BPS telah terjadi peningkatan produksi untuk komoditas jagung dan kedelai, untuk tembakau juga diharapkan bisa mengikuti peningkatan produksi kedua komoditas tersebut melalui penanganan yang baik.

Sebelumnya Mentan juga meminta kepada para petani untuk menjual padi hasil produksi mereka ke Perum Bulog untuk mengamankan ketersediaan beras nasional. Bulog dinilai siap untuk menyerap gabah petani berapapun banyaknya karena BUMN pangan tersebut baru saja mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp3 triliun untuk pembelian gabah petani melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

Bulog diharapkan mampu menyerap gabah petani sebesar 500 ribu ton khusus untuk Jawa Tengah, Jawa Timur sebesar 500 ribu ton, Jawa Barat sebesar 250 ribu ton dan Sulawesi Selatan sebanyak 500 ribu ton. Saat ini pemerintah menetapkan harga pembelian padi dan beras oleh Bulog untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp 3.700 per kg, gabah kering giling (GKG) Rp 4.600 per kg, dan beras sebesar Rp 7.300 per kg.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *