Menguraikan Lika-Liku Hubungan Dolar AS Dan Harga Emas

Logam mulia emas merupakan salah satu jenis komoditas yang banyak diminati mengingat peran emas yang penting dalam dunia investasi. Selain itu, emas juga sering dijadikan oleh sebagian pelaku pasar sebagai pelindung ketika tingkat inflasi tinggi, terjadi resesi mata uang dan faktor ketidakpastian ekonomi lainnya. Sedangkan fluktuasi harga emas sendiri bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah mata uang dolar AS.

Jika Anda adalah seorang investor yang berinvestasi emas maka sangat penting untuk memahami hubungan dolar AS dan harga emas. Dengan mengetahui dan mempelajari hubungan serta korelasi antara dolar AS dan harga emas, maka bisa membantu dalam membuat keputusan yang tepat dalam kegiatan investasi ini.

Indeks Dolar AS Dan Harga Emas

Indeks dolar AS yang memiliki kode USDX atau DXY dapat didefinisikan sebagaisebuah indeks yang mencerminkan serta mengukur nilai dan kekuatan mata uang dolar AS terhadap beberapa mata uang mayor lainnya seperti mata uang euro, yen, pound sterling, dolar Kanada, Franc Swiss, dan krona Swedia. Di samping itu, indeks dolar AS ini dipantau secara berkelanjutan oleh bank sentral AS dan sebagian besar pelaku pasar. Adanya kenaikan pada indeks dolar AS mengindikasikan bahwa mata uang negara Amerika Serikat ini cenderung lebih kuat daripada beberapa mata uang lainnya.

Sementara itu, mengingat harga emas dunia diperdagangkan dalam mata uang dolar AS, maka apabila indeks dolar AS melemah, ada anggapan luas bahwa harga emas akan meningkat. Demikian pula sebaliknya. Seperti yang bisa kita lihat dari gambar di bawah ini, ketika indeks dolar AS mengalami penguatan yang sangat signifikan pada bulan Juni lalu, harga emas diperdagangkan turun dan berada di level harga rendah.

Hubungan Dolar AS Dan Harga Emas

Akan tetapi, sebenarnya hubungan antara dolar AS dan emas bisa negatif dan positif. Berikut beberapa contoh momen ketika situasi yang berbeda menghadirkan profil hubungan Dolar AS dan Emas yang berbeda pula.

  • Korelasi Dolar AS Dan Emas Negatif

Terdapat beberapa alasan mengapa korelasi atau hubungan antara dolar AS dan logam mulia emas secara umum diasumsikan negatif. Logam mulia emas dan dolar AS mulai saling berhubungan satu sama lain ketika standar emas masih diberlakukan (gold standard) pada tahun 1900. Selama periode ini, nilai dari suatu mata uang memiliki keterkaitan erat dengan jumlah emas.

Namun, di tahun 1971 keterkaitan antara mata uang dolar AS dan emas mulai dilepaskan dan keduanya bisa diukur nilainya dari supply dan demand masing-masing. Saat itu, dolar AS menjadi mata uang fiat- mata uang yang nilainya berdasarkan regulasi pemerintah AS dan diperdagangkan dalam pasar uang.

Seperti yang ditunjukkan gambar diatas, terdapat sebuah hubungan yang terbalik antara indeks dolar AS dan emas. Akan tetapi, hubungan yang terbalik antara dolar AS dan emas ini tidak sekuat pada saat standar emas masih diberlakukan. Di sisi lain, meski standar emas sudah tidak digunakan lagi, ternyata masih ada gesekan psikologi pada harga logam mulia emas setiap kali nilai tukar dolar AS melemah. Hubungan terbalik ini hingga kini masih karena:

  1. Menurunnya dolar AS akan meningkatkan nilai mata uang asing dari negara lain. Penurunan dolar AS ini dapat menaikkan permintaan komoditas termasuk emas sehingga harga emas akan mengalami kenaikan.
  2. Emas merupakan aset investasi alternatif, jadi ketika mata uang dolar AS mulai melemah karena kehilangan nilainya, sebagian besar investor akan mencari aset investasi alternatif untuk melindungi kekayaan mereka.
  • Dolar AS dan Logam Mulia Emas Berkorelasi Positif

Walaupun dolar AS dan emas memiliki hubungan terbalik, ternyata dalam periode tertentu, harga emas dan indeks dolar AS berkorelasi positif. Seperti yang dapat dilihat dari gambar di bawah. Dari bulan Mei hingga Desember tahun 1993, harga emas dan mata uang dolar AS berjalan seiringan dan tidak memiliki hubungan yang terbalik.

Hal itu bisa terjadi karena adanya krisis finansial dalam suatu negara atau daerah lain, sehingga menyebabkan permintaan terhadap dolar AS dan emas sama-sama meningkat. Di samping itu, pergerakan dolar AS juga dipengaruhi oleh prospek ekonomi AS bila dibandingkan dengan negara lain dan kebijakan moneter serta tingkat inflasi disana.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *