Lebih Untung Mana Investasi di Obligasi, Reksa Dana, atau Emas?

Banyaknya pilihan dalam berinvestasi terkadang malah membuat bingung para pemilik modal untuk memilih instrumen yang paling baik. Apalagi untuk para pemula.

Pilihan investasi seperti obligasi, reksa dana, atau bahkan emas yang banyak dipilih investor, kerap membuat orang bertanya-tanya, lebih untung yang mana di antara ketiga jenis pilihan itu?

Perencana Keuangan Eko Endarto menjelaskan, dari ketiga pilihan tersebut, reksa dana saham dinilai sebagai pilihan investasi yang paling menguntungkan, terutama untuk jangka panjang.

Return-nya (reksa dana saham) lebih dari 15%-20%. Kalau emas sekitar 12%, sedangkan obligasi sekitar 7-10%.”


Sementara itu, Analis Cerdas Indonesia Berjangka, Suluh Adil Wicaksono mengatakan, untuk investasi di emas atau logam mulia, baik itu emas fisik maupun emas spot memiliki potensi yang seiring. Untuk emas spot kekhawatiran Fed rate akan naik kembali masih membayangi di awal tahun depan.

“Pasca kenaikan suku bunga The Fed tanggal 14 lalu membuat dolar AS menguat dan safe haven emas koreksi. Karena, emas spot sejatinya sudah berada di level rendah,” kata dia.

Sedangkan untuk emas fisik, kata Adil, saat ini juga tengah mengalami koreksi yang cukup tajam. Berbeda dengan emas spot. Emas fisik masih dipengaruhi oleh rupiah, jadi Jika rupiah melemah, maka emas fisik bertahan.

Ia menjelaskan, saat ini harga emas fisik berada di level yang rendah, yakni Rp 548.000/gram. Dibandingkan angka yang tertinggi tahun ini menyentuh Rp 638.000/gram.

“Jadi beli spot murah, beli fisik juga rendah. Tergantung pilihan investor menyukai yang mana,” tuturnya.

Mengutip data Infovesta, rata-rata imbal hasil reksa dana saham berdasarkan Infovesta Equity Fund Index, selama periode 30 Desember 2015 hingga 30 November 2016 mencapai 6,42%, masih lebih rendah dibandingkan kinerja IHSG yang mencapai kenaikan 12,10%.

Jika dirinci lebih jauh, ada kinerja reksa dana saham yang mencatatkan imbal hasil hingga 51,197% dalam periode tersebut, yaitu Treasure Fund Super Maxxi.

Disusul Sucorinvest Equity Fund yang mencatatkan keuntungan 46,481%, Sucorinvest Sharia Equity Fund 40,424%, SAM Indonesian Equity Fund sebesar 39,405%, dan OSO Sustainability sebesar 34,075%.

Sementara rata-rata imbal hasil reksa dana campuran selama periode 30 Desember 2015-30 November 2016 tercatat 8,02%, reksa dana pendapatan tetap 7,01%, dan reksa dana pasar uang sebesar 4,23%.

Untuk obligasi pemerintah mencatatkan keuntungan 9,06% selama periode 30 Desember 2015-30 November 2016 dan obligasi korporasi sebesar 8,91%.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *