Laut Indoensia Sumbang 30 Persen Pendapatan Negara

Laut Indoensia –¬†Indonesia di kenal dengan memiliki lautan yang sangat luas dan memiliki sumber daya yang sangat banyak dari lautan. Banyak jenis ikan yang di manfaatkan sebagai peluang untuk mendapatkan sumber penghasilan yang bisa di manfaatkan oleh negara membangun infrasruktur yang baru dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Namun sayangnya pemanfaatkan hasil laut yang ada di Indonesia masi belum bisa untuk di manfaatkan dengan baik. Hal itu terbukti dari hasil kontribusinya masih mencapai 30% terhadap Gross Dosmestic Product (GDP).

Baca juga: Pesona Keindahan Wisata Laut Mati

Pendapatan itu masi di kategorikan rendah jika di bandingkan dengan negara lain yang memiliki laut yang tidak seluas Indonesia. Negara Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam menjadi negara yang memiliki kontribusi yang baik dalam sektor kelautan yang mencapai antar 48% samapi 58% terhadap GDP.

“Dibandingkan Negara lain yang memiliki laut lebih kecil dibandingkan Indonesia seperti, Jepang, Korea Selatan maupun Vietnam yang memiliki kontribuasi sektor kelautan antara 48% sd 57% terhadap PDB,” kata Ketua Pengurus Alumni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Dwi Soedjipto di Sari Pan Pacific, Jakarta, Jumat.

Dwi Soedjipto pun menjelaskan, seharunya dengan wilayah laut Indonesia yang jauh lebih luas dari Vietnam. Seharusnya kontribusi sektor maritim atau kelautan terhadapn PDB bisa di tingkatkan menjadi 70%.

Menurut dia, masih rendahnya kontribusi sektor maritim disebabkan oleh masih rendahnya konektivitas antar pulau. Akibatnya komoditas perikanan yang melimpah di Indonesia timur belum bisa optimal dimanfaatkan dan didistribusikan ke bagian barat Indonesia.

Terlebih, belum adanya satu pusat pengolahan ikan terintegrasi yang memadai, membuat komoditas perikanan RI masih dianggap sebagai barang mentah bernilai rendah. Padahal dengan sedikit sentuhan saja, produk perikanan Indonesia bisa naik kelas di pasar internasional.

kendala-kendala itu lah sempat dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Hotel Sari Pan, Jakarta.

“Kegiatan FGD ini adalah yang ketiga kali dilaksanakan dengan fokus bahasan mengurai persoalan mengenai konektivitas, rantai pasok dan daya saing untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” tandas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *