Kopi Merupakan Komoditi Penting Bagi Perekonomian

Kopi yang merupakan family Rubiaceae dan ordo Rubiales salah satu komoditi perkebunan yang berperan penting bagi perekonomian Indonesia. Pada saat ini Indonesia dikenal sebagai produsen kopi robusta didukung dengan pangsa 20% dari ekspor kopi Sumatera Selatan dan Bengkulu, sedangkan areal kopi Arabica terbesar adalah Sumatera Utara dan Aceh.

Usaha perkebunan kopi menurut catatan dari Ditjen Perkebunan telah melibatkan sekitar 63.000 jiwa. Pada tahun 2013 luas areal perkebunan kopi mencapai sekitar 1.240.919 ha dengan produksi 698.887 ton. Sebanyak volume ekspor mencapai 448.591 ton dengan menghasilkan devisa bagi negara sekitar US $ 1.249.520.

Persyaratan Tumbuh
Menurut Ditjen Perkebunan dalam mendukung tingkat produktivitas kopi, faktor lahan dan iklim mempunyai andil yang cukup besar agar diperoleh pertumbuhan dan produksi yang baik, tanaman kopi memerlukan persyaratan tumbuh sebagai berikut :
Kemiringan tanah kurang dari 30%, kedalaman tanah efektif lebih dari 100 cm, PH tanah 5,5 – 6,5 ,Tekstur tanah berlempung (Loamy) dengan struktur lapisan atas tanah remah.
Tinggi tempat 1000 -200 m dpl (kopi Arabika) dan 100 – 600 m dpl (kopi robusta), Temperatur optimal 150 derajat – 250 derajat celcius (kopi arabika), 210 – 240 derajat celcius (kopi robusta), bulan kering curah hujan < 60 mm/bulan 1 – 3 bulan, Curah hujan : 1.250 – 2500 mm/tahun.

Benih Kopi Arabica
Penanaman kopi arabika umumnya menggunakan bibit asal benih unggul (semaian dari benih unggul). Pada daerah yang endemik nematode dapat dipakai bibit sambungan dengan batang bawah stek klon BP308 yang tahan nematode disambung dengan batang atas varietas kopi arabika anjuan.

Kopi Robusta
Penanamannya dilakukan secara poliklonal, 3 – 4 klom kopi robusta unggul karena kopi robusta umumnya menyerbuk silang.

Penanaman
Pembuatan Lubang Tanaman. Ukuran lubang tanaman adalah 60 cm X 60 cm X 40 cm berbentuk trapesium, lubang tanam sebaiknya dibuat 6 bulan sebelum penanaman, tanah galian atas dan bawah dipisahkan, 3 bulan sebelum tanam, lubang ditutup 2/3 bagian dengan tanah lapisan atas dicampur dengan bahan organik/pupuk kandang/kompos.

Cara Penamaman. Penanaman dilakukan pada awal musim hujan, hindari penanaman pada saat panas terik sebelum penanaman lubang tanaman dipadatkan dan tanah dicangkul sedalam 30cm, bibit ditanam sebatas leher akar, tanah dipadatkan, polibag yang telah disobek dengan parang atau arit ditarik keluar, Penutup lubang tanam dibuat cembung agar tidak terjadi genangan air, tanaman yang mati agar segera dilakukan penyulaman selama musim hujan.

Pemumpukan . Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan anorganik, pupuk organik berupa kompos, pupuk kandang atau limbah kebun yang telah dibuat kompos.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *