Komoditas Kelapa dan Produk Turunannya Makin Diminati di Amerika Serikat

Kelapa merupakan salah satu produk komoditi perkebunan andalan Indonesia. Beruntung kesuburan tanah di negeri ini cocok untuk kelapa bertumbuh dengan baik sehingga menghasilkan berbagai produk dan turunnya yang bermanfaat bagi perdagangan yang menghasilkan devisa negara.Berbagai industri berbasis kelapa ada di negeri ini. Untuk industri hulu yaitu industri kelapa yang berada di paling hulu dalam rangkaian industri kelapa, seperti kelapa segar dan kopra (kopra hitam dan putih). Sedangkan industri antara adalah industri kelapa yang memproses bahan baku menjadi produk-produk turunan, seperti tempurung kelapa, copra meal, dan desiccated coconut. Sedangkan Industri hilir dalah industri kelapa yang mengolah bahan yang dihasilkan oleh industri kelapa antara menjadi berbagai produk akhir yang digunakan oleh industri seperti karbon aktif, minyak kelapa, coconut cream/milk dan lain-lain.

Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman baru-baru ini mengatakan bahwa kelapa memang tengah menjadi tren dunia, terutama di Amerika Serikat. Banyak sekali produk kelapa yang diminati di negara tersebut, terutama air kelapa. Selain air kelapa, permintaan yang cukup besar juga untuk produk desiccated coconut, santan dan beberapa produk turunan kelapa lainnya.

Bagaimana peluang Indonesia ?

“Saat ini Indonesia sudah banyak mengekspor air kelapa, dengan sebagian besar diantaranya diekspor dalam bentuk curah yang kemudian dikemas di AS, atau dikirim ke negara lain yang kemudian kembali dijual ke Amerika. Dalam produk tersebut ditulis coconut from Indonesia. Mereknya dari Amerika atau negara lainnya,” ujar Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman di Jakarta yang dikutip dari laman Infopublik.id.

Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan kelapa di Indonesia adalah masih belum adanya bahan baku dari perkebunan non rakyat. Bahan baku kelapa sejauh ini berasal dari lahan rakyat. Namun demikian masih ada peluang untuk mengembangkan perkebunan kelapa seperti yang pernah dilakukan pada kelapa sawit. Perlu adanya kerja sama dan juga dukungan dari pemerintah berupa kredit lunak yang kemudian membuat perusahaan-perusahaan besar masuk untuk mengelola perkebunan.

Peluang untuk menguatkan komoditas kelapa juga diungkapkan oleh Menteri Perdagangan Thomas T Lembong. Dikatakan dalam pertemuannya dengan Unilever di Davos, Swiss, bahwa ada peluang yang besar bagi Indonesia di sektor kelapa.

Selama ini ekspor kelapa dari Indonesia hanya dilakukan dalam bentuk mentah, sementara negara-negara lainnnya memanfaatkan mulai dari pengolahan, pensortiran, pengemasan, penjaminan mutu dan konsistensi produk.

“Justru nilai tambahnya di situ, bukan di pertaniannya. Saya mau rebut kembali jasa-jasa nilai tambah yang sekarang dilakukan oleh pedagang Thailand, Filipina dan India,” ujar Thomas Lembong.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *