KKP : Investor Rusia akan Membangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu

Sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu sektor perekonomian yang dapat berperan besar bagi pembangunan di wilayah Indonesia, mengingat luas perairan yang lebih besar dibanding luas daratan dengan potensi perikanan yang sangat banyak dan beragam.

Guna mendukung upaya tersebut dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kementerian Kelautan dan Perikananan (KKP) berencana membangun infrastruktur perikanan di 12 Pulau terluar Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan ini dalam acara Forum Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta, Kamis (3/11). KKP akan bersinergi dengan Kementerian BUMN dan juga menggandeng perusahaan swasta asal Rusia. Hal tersebut agar terwujudnya pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu (STPT).

“Untuk pemerintah kita akan investasi hampir Rp 1,5 triliun untuk 12 sampai 15 tempat. Kalau Rusia kurang lebih sekitar USD 200 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun. Sebagian sudah selesai dan ada yang sedang dikerjakan,” kata Susi Pudjiastuti yang dikutip laman infopublik.id.

Susi menambahkan, melalui komitmen pemerintah dan kebijakan ekonomi yang dikeluarkan, hal ini telah membuka kepemilikan asing hingga 100 persen di sektor industri pengolahan perikanan. Pemerintah menarik investor asing agar Indonesia mendapatkan alih teknologi dan pasar dana kapital. Indonesia masih tertinggal dalam ekonomi bahari dibandingkan dengan negara lain.

Susi mengatakan. hal ini terjadi karena banyak perubahan yang telah dibuat oleh pemerintah selama dua tahun berjalan. “Perikanan salah satu yang melakukan reforming and re-enginering tatanan industri dan juga kita akan membangun infrastruktur di pulau terluar,” katanya.

Susi menegaskan pembangunan demi mendukung sektor perikanan dan kelautan akan terus dilakukan. Sasarannya menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. “Sebab Indonesia merupakan negara kelautan terbesar nomor dua di dunia, Akan Tetapi kita belum merasakan dampaknya,” ujar Susi.

Selain infrastuktur, KKP, kata Susi juga fokus memberantas illegal fishing. Dia menyebutkan dalam 1,5 tahun, sudah ada penenggelaman 286 kapal. “Akan Tetapi yang pergi dari laut Indonesia lebih dari 10 ribuan kapal,” tutur Susi.

Dengan pemberantasan illegal fishing, Susi mengatakan produk domestik bruto perikanan naik menjadi 8,96 persen. Sedangkan, nilai tukar nelayan meningkat dari 102 ke 110. Akibat lainnya yakni adanya penyelamatan BBM dari penyelundupan kapal liar. Kondisi ini dinilainya memengaruhi tingkat harga minyak di pasaran.

Beberapa daerah di Indonesia mengalami kendala dalam hal kemampuan penangkapan, penyimpanan dan pengawetan, permasalahan pengemasan, pengangkutan sampai pada pemasaran. Kendala ini menjadi peluang bagi asing yang serius menggarap sektor perikanan dan kelautan nasional.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *