KKP : Industri Perikanan Indonesia Diminati Jepang dan Rusia

Indonesia yang sangat kaya dengan hasil lautnya yakni ikan dan sejenisnya, membuat negeri ini menjadi tempat incaran investor asing di sektor perikanan.Mengutip dari laman infopublik.id, Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan bahwa ada dua negara yang mengincar investasi perikanan yakni Jepang dan Rusia. Kedua negara ini tertarik berinvestasi di Indonesia.

Rusia sudah menyatakan minatnya untuk membangun unit pengolahan dan cold storage berkapasitas 300 ton di Pelabuhan Perikanan Untia yang berlokasi di kawasan Industri Makassar. Hal ini karena Presiden Joko Widodo yang baru saja meresmikan pelabuhan untuk mendukung kegiatan nelayan di zona Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713, yang meliputi Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores dan Laut Bali.

Sementara Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan, Jepang berminat untuk menanamkan modal di bidang budidaya dan teknologi perikanan. Investasi tersebut rencananya ditanamkan di tiga lokasi terluar, yakni Morotai, Sabang dan Natuna. Jepang akan mengembangkan teknologi Deep Sea Water dan juga budidaya ikan tuna.

“Deep Sea Water itu kan menggunakan air dingin dari dalam dipompa ke atas. Perbedaan temperatur ini menjadi listrik. Air dingin yang ke atas tetap diputar begitu aja. Air dinginnya itu bisa dijadikan tempat budidaya, misalkan di sekitar situ ada KJA (keramba jaring apung) untuk air dalam, karena air dingin itu bagus untuk budidaya tuna,” ujanya.

Proyek yang ditawarkan Jepang ini memang diikuti banyak negara yang harus melewati proses, jadi belum dapat dipastikan apakah Indonesia berhak mendapatkan proyek ini. Masih terus ada komunikasi di antara dua negara.

Teknologi yang ditawarkan Jepang untuk mendukung industri perikanan yang ada di Indonesia sangat diinginkan oleh banyak sekali negara, sementara Jepang mau menanamkan modalnya dalam pengembangan teknologi Deep Sea Water.

Ini akan sangat menguntungkan bagi sektor perikanan di Indonesia, dengan masuknya investor asing. Setidak-tidaknya teknologi yang sudah pernah ada di negara tersebut dapat diterapkan di Indonesia, apalagi jika memiliki kesamaan dengan Indonesia yang kaya dengan perairannya. Dampak dari penanaman modal dari investor asing, akan membawa peningkatan baik produksi, kualitas serta pendapatan masyarakat itu sendiri.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *