Keunggulan Penggunaan Material Kayu sebagai Konstruksi Bangunan dalam Arsitektur

Hampir dapat dipastikan semua konstruksi bangunan membutuhkan kayu sebagai material utamanya, mulai dari konstruksi rumah, kantor, sekolah, bahkan cafe dan restoran.

Bila dibandingkan dengan material lainnya, kayu menawarkan berbagai keunggulan pada bangunan. Dalam konstuksi khususnya dunia arsitektur, ada beberapa keunggulan dari penggunaan kayu sebagai material utama sebuah konstruksi bangunan. Diantaranya adalah :

  • Isolasi Panas Ekonomis

Bila dibandingkan dengan bata dan beton, kayu memiliki kinerja yang lebih baik untuk menjaga kebocoran energi rumah. Kayu memiliki kemampuan mengisolasi panas dengan baik, sehingga kayu dapat menjaga energi atau suhu rumah tetap sejuk.

  • Hemat waktu, tenaga kerja dan mudah

Dari segi waktu dan tenaga kerja, konstruksi kayu sangat hemat bila dibandingkan dengan batu bata atau beton. Pemasangan konstruksi kayu juga cenderung lebih mudah. Pengerjaan konstruksi yang menggunakan material kayu dapat dilakukan kapan saja tanpa terkendala cuaca. Dalam pengerjaannya lebih mudah mengikuti struktur kayu daripada perencanaan konstruksi batu bata, beton, atau rangka baja.

  • Ramah lingkungan

Bangunan yang terbuat dari kayu dikenal ramah lingkungan. Struktur kayu dapat menyerap dan menyimpan CO2. Tentu saja kayu yang digunakan adalah kayu yang memang sengaja dibuat untuk bangunan, bukan hasil penebangan ilegal, dan lebih baik lagi jika kayu yang Anda gunakan adalah jenis kayu lokal. Selain menghemat kantong karena lebih murah, kayu lokal tak membutuhkan pengangkutan yang jauh ke tempat proyek.

  • Fleksibel

Kayu bisa dipilih berdasarkan kebutuhan, warna, dan penampilannya. Ada yang ideal digunakan sebagai struktur rangka, dinding, plafon, dan perabotan. Kayu bisa di finishing dengan beragam pilihan, kayu bisa dipotong, diukir, dilem, ditumpuk, dan sebagainya

  • Kekuatan

Alasan paling penting adalah kayu memiliki kekuatan untuk memikul beban dan keamanan konstruksinya. Kayu lebih fleksibel daripada batu bata. Misalnya pada rumah dengan batu bata, jika terjadi pergeseran kecil, maka akan muncul retak pada dinding semennya. Rumah kayu sebaliknya tetap pada kondisi seperti aslinya karena kelenturannya.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *