Kakap Putih, Komoditas Unggulan Baru di Sektor Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong kakap putih sebagai komoditas unggulan terbaru di sektor perikanan di Tanah. Selain diminati pasar domestik, pasar ekspor kakap putih juga jauh lebih terbuka dari komoditas lain, terutama untuk pasar Australia, Amerika Serikat (AS), Eropa, bahkan negara-negara di Timur Tengah.Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto mengatakan, pihaknya terus mengembangkan dan meningkatkan budidaya laut kakap putih untuk memanfaatkan potensi yang masih cukup luas dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Ini juga selaras dengan program pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

“Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan diversifikasi komoditas budidaya laut dan mengembangkan teknologi budidayanya untuk kakap putih,” kata Slamet di sela-sela panen kakap putih di Perairan Belawan, Sumatera Utara, Rabu (23/9).

Dia mengatakan, kakap putih akan menjadi komoditas unggulan perikanan budidaya laut (marikultur). Usaha pengembangannya saat ini dilakukan melalui pelaksanaan demonstration farm (demfarm) budidaya kakap putih di karamba jaring apung (KJA) yang berlokasi di sekitar Perairan Belawan, Sumatera Utara.

“Kakap putih adalah salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ungkap dia.

KKP menargetkan produksi kakap termasuk di dalamnya kakap putih untuk tahun ini 312.500 ton. Target pertumbuhannya dalam kurun waktu lima tahun ke depan adalah 17,31% per tahun atau 589.800 ton pada 2019.

Slamet menyatakan, teknologi pembenihan dan pembesaran kakap putih sudah dikuasai dan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam akan menyebarluaskan teknologi ini ke masyarakat sehingga usaha budidaya kakap putih dapat dilakukan secara efisien dan menguntungkan.

“Harga jualnya cukup bersaing, sekitar Rp 60-70 ribu per kilogram. Dengan waktu budidayanya sekitar 6 bulan dari ukuran benih tebar sampai ukuran 500 gram atau dua ekor per kilogramnya,” papar Slamet.

Demfarm budidaya kakap putih ini, dilaksanakan dan di kawal teknologinya oleh BPBL Batam. Demfarm dilakukan dengan melibatkan Kelompok Pembudidaya Ikan Putra Jala Senastri, dan dilakukan pada 36 lubang KJA. Dengan demfarm ini, masyarakat sekitar akan mencontoh dan menduplikasi teknologi yang diterapkan sehingga diperoleh hasil yang maksimal dari budidaya yang dilakukan.

“Di KJA percontohan ini DJPB-KKP memberikan bantuan awal berupa benih, pakan dan jaring”, terang Slamet.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Zonni Waldi mengungkapkan, pengembangan budidaya laut dengan komoditas kakap putih ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. Penghasilan nelayan melalui hasil tangkapan ikan sangat tergantung dari musim, melalui budidaya ikan kakap putih ini, nelayan akan tetap mendapatkan penghasilan meskipun tidak melaut.

“Di samping itu, juga bisa melakukan budidaya rumput laut dan kekerangan,” ungkap Zoni

Zoni menambahkan, wilayah Propinsi Sumatera Utara memiliki 100 ribu hektare (ha) potensi budidaya laut dan baru 0,5% yang di manfaatkan. Kabupaten Serdang Bedagai, Deli Serdang, Kota Medan dan Langkat, sangat berpeluang untuk pengembangan budidaya ikan laut. Produksi kakap di Propinsi Sumatera Utara juga terus meningkat sejak 2012 hanya 425 ton, meningkat menjadi 437 ton pada 2013 dan 466 ton pada 2014.

Salah seorang pembudidaya kakap putih dan juga pemasar kakap putih, Effendi atau lebih di kenal dengan nama A Seng, mengatakan, untuk pasar hasil budidaya kakap putih masih terbuka lebar, khususnya pasar lokal. Harga di tingkat restoran untuk 1 kilogram kakap putih adalah Rp 140 ribu, masih bisa bersaing dengan komoditas ikan lain. Di samping itu, dengan biaya produksi budidaya sekitar Rp 23-25 ribu per kilogram dan harga jual di KJA Rp 60 ribu per kilogram, keuntungannya lebih dari 100%.

“Usaha budidaya ikan kakap putih ini berprospek yang cerah,” ujar dia.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *