Jokowi Tugaskan Kementerian ESDM Koordinir Penataan Tambang Timah Di Babel

Indonesia merupakan salah satu produsen timah terbesar di dunia, yang mampu memproduksi hasil tambang timah sebesar 106.000 ton timah balok sejak awal 2013 hingga Agustus 2013. Dari sejumlah hasil tambang timah tersebut sebanyak 58 persen diekspor ke negara Singapura.

Provinsi penghasil timah terbesar berasal dari Provinsi Bangka Belitung yang berada di sebelah timur Sumatera. Salah satu penggerak perekonomian daerah ini bergantung pada sumber daya alam, produksi timah menjadi sektor utama masyarakat Babel selebihnya berasal dari perikanan, perkebunan (karet, kelapa sawit, lada) dan yang sedang dikembangkan juga adalah pariwisata.

Penambangan timah merupakan kehidupan yang telah mengakar pada kehidupan masyarakat di Bangka-Belitung, karena telah berlangsung selama lebih dari tiga abad. Komoditi timah merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Bangka-Belitung dan merupakan tulang punggung ekonomi, dimana sekitar 70% uang yang beredar di provinsi ini berasal dari pertambangan timah.

Namun usaha pertambangan di daerah yang dilakukan secara leluasa di daerah tanpa ada pengawasan yang ketat dari pemerintah pusat ini akan mengakibatkan kerusakan lingkungan, dan dapat memicu konflik antara penduduk lingkar tambang dengan investor tambang. Dan juga membuat masing- masing pihak memperjuangkan kepentingannya dari sudut pandang yang sangat sempit dan berbeda-beda, dan cenderung untuk kepentingan sendiri atau perusahaan.

Hal ini juga membuat Permen tentang pertambangan timah sudah empat kali mengalami perubahan. Setiap perubahan, jelasnya, ada celah dan persoalan baru, karena ada pelaku usaha tidak puas terhadap perubahan peraturan.

Menyikapi hal itu Presiden Jokowi menunjuk kementerian ESDM dan Kementerian BUMN dengan seluruh pemerintahan terkait di Babel untuk dapat mengkoordinir seluruh penataan tambang timah di Provinsi Bangka Belitung.

Menurut Menteri ESDM, banyak sekali tambang rakyat yang tidak memenuhi syarat-syarat, baik legal, lingkungan, maupun teknis, karena itu nantinya tambang rakyat yang ada di Babel akan didorong supaya mereka memiliki persyaratan-persyaratan soal tambang timah yang banyak terdapat di Babel.

Kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Direktur PT Timah diminta untuk dapat mempelajari kemungkinan melegalkan rakyat tetap melakukan penambangan timah namun tetap dengan rambu-rambu agar alam tidak rusak.

Presiden juga memberikan penugasan khusus ke PT Timah untuk membeli timah sebanyak mungkin untuk dijadikan cadangan, agar dapat mengendalikan harga. Bila perlu Polri ditugaskan untuk menjaga agar tidak ada lagi timah yang dapat dijual keluar negeri.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *