Investasi Pengolahan Biogas Sebesar 2 Juta Dolar AS per MW

PT Sumberdaya Sewatama melalui Chief Operating Officer IPP Suryantoro memperkirakan nilai investasi untuk instalasi pengolahan biogas dari limbah kelapa sawit sekitar 2-2,5 juta dolar Amerika per megawatt. Biogas merupakan salah satu energi terbarukan yang sangat potensial untuk dikembangkan karena produksi biogas sangat banyak terdapat di Indonesia.

Suryantoro di Jakarta, mengatakan investasi yang dikeluarkan untuk instalasi pengolahan biogas limbah kelapa sawit memang cukup besar jika dibandingkan dengan pembangkit yang lain, karena perbedaannya harus dikonversi terlebih dahulu dari limbah cair ke biogas dan selanjutnya dari biogas baru menjadi listrik.

Berikutnya yang perlu mendapatkan perhatian dalam usaha mengolah limbah kelapa sawit antara lain harus mempertimbangkan sumber limbah atau lokasi konversi biogas tersebut ke konsumen, mengingat jumlah energi yang dihasilkan harus sesuai dengan investasi yang dikeluarkan.

Suryantoro mengungkapkan bahwa limbah kelapa sawit sebanyak 40-60 ton bisa menghasilkan listrik sebesar 2-3 gigawatt. Sedangkan untuk menarik kabel sekitar 10 atau 20 kilometer hanya untuk mengambil 2-3 gigawatt juga harus ada pertimbangannya.

Dengan jumlah produksi kelapa sawit Indonesia yang mencapai 31 juta ton di tahun 2014, potensi limbah yang dihasilkan juga sangat besar dan potensi untuk diolah menjadi biogas pun sangat tinggi. Pada Saat ini diperkirakan limbah PKS cair mencapai 28,7 juta ton per tahun, sedangkan limbah padat mencapai 15,2 juta ton per tahun.

Apabila jumlah limbah tersebut dikonversi, maka dari angka tersebut bisa dihasilkan 90 juta meter kubik biogas atau setara 187,5 juta ton gas elpiji. Dengan jumlah sebanyak itu tentunya akan sangat bermanfaat bagi Indonesia terutama untuk mengurangi impor elpiji. Selain itu pengembangan biogas ini menjadi salah satu langkah untuk menciptakan kemandirian energi dan sekalgus menjaga ketahanan energi nasional.

Pada tahun 2013 lalu potensi biomasa Indonesia mencapai 32.654 megawatt dan baru dikembangkan sebesar 1.716,5 megawatt. Sedangkan pengembangan energi listrik bioenergi on-grid mencapai 90,5 megawatt dan off-grid sebesar 1.626 megawatt. Melalui pengembangan salah satu sumber energi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap penambahan pasokan listrik nasional.

Bioenergi sendiri pada umumnya diproduksi di daerah terpencil yang memiliki potensi limbah organik seperti limbah kehutanan, pertanian, industri kelapa sawit, industri kertas, dan industri tapioka. Energi yang telah dimanfaatkan tersebut sebagian besar merupakan hasil dari pengolahan biomasa, biogas, dan sampah kota.

Sementara itu hingga Desember 2014 diperkirakan total nilai ekspor kelapa sawit Indonesia mencapai 20,8 miliar dolar AS atau meningkat sebesar delapan persen dibandingkan nilai ekspor tahun sebelumnya yang hanya 19,23 miliar dolar AS.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *