Investasi Komoditas Dengan Return Tertinggi Tahun 2016

Setelah mengalami masa-masa sulit pada 2015, akhirnya investasi komoditas berhasil merangkak naik di tahun 2016. Sejumlah komoditi utama mengalami kenaikan harga cukup signifikan di bursa berjangka dunia, sehingga masuk dalam deretan investasi komoditas dengan return tertinggi tahun 2016 berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, memunculkan potensi kenaikan lebih lanjut di tahun 2017. Investasi komoditas apa saja itu?

Investasi Komoditas Energi

Tahun 2016 merupakan periode kejayaan Gas Alam. Natural Gas di bursa NYMEX tercatat mengalami kenaikan lebih dari 60%. Selain itu, harga Heating Oil, sejenis produk turunan petroleum yang digunakan sebagai bahan bakar pemanas ruangan, juga makin mahal; disusul oleh Gasoil, salah satu jenis hasil distilasi.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) dan Brent pun mengalami kenaikan pesat di atas 45%, walau belum mampu menyaingi rekan-rekannya. WTI sempat selip ke $30 di awal tahun, sebelum naik lagi ke atas $50. Lebih lanjut, perdagangan minyak mentah diproyeksikan masih akan melaju menuju kisaran harga $60 per barel di tahun 2017 ini, apabila kesepakatan pemangkasan produksi antara negara-negara OPEC dan Non-OPEC berhasil menanggulangi surplus pasokan yang melanda pasar global.

Berikut urutan lengkapnya:

  1. Natural Gas (NYMEX) +60.12%
  2. Heating Oil (NYMEX) +54.82%
  3. Gasoil (ICE) +53.03%
  4. Brent Crude (ICE) +49.68%
  5. WTI Crude (NYMEX) +45.06%
  6. Gasoline (NYMEX) +30.57%
Investasi Komoditas Logam

Dibanding sektor energi, investasi komoditas logam secara umum hanya mampu mengalami kenaikan “pas-pasan”. Harga emas yang digadang-gadang sebagai aset investasi unggulan masih mengalami peningkatan, tetapi tokoh utama dari komoditas logam justru Paladium.

Paladium termasuk kelompok metal sejenis Platinum (emas putih), tetapi memiliki beberapa perbedaan seperti warna yang agak lebih gelap dan tak memudar ketika dipakai. Ketersediaannya sesungguhnya lebih langka daripada emas kuning biasa dan lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri (elektronik, kedokteran gigi, peralatan kimia, dll) selain sebagai bahan pembuatan perhiasan.

  1. Spot Palladium +20.27%
  2. 3mth Copper (LME) +16.24%
  3. Spot Silver +14.33%
  4. 3mth Aluminium +14.07%
  5. Spot Gold +7.16%
  6. Spot Platinum +1.65%

Selain itu, Tembaga pun melonjak setelah terpuruk selama dua tahun, berkat maraknya aksi stimulus fiskal dalam bentuk pembangunan infrastruktur di berbagai belahan dunia. Bahkan Presiden AS terpilih Donald Trump pun menyatakan niatnya untuk mengambil strategi serupa guna menggenjot pertumbuhan ekonomi negerinya, sehingga analis dari bank-bank multinasional memandang logam ini bakal bullish lebih lanjut di tahun 2017.

Investasi Komoditas Agri

Sementara jenis investasi komoditas lain sudah bangkit, harga-harga di sektor agri masih lesu, dengan pengecualian gula dan kedelai. Harga kontrak Gula di pasar ICE meningkat lebih dari 20% berkat tingginya permintaan, sementara Jagung dan Gandum di bursa CBOT malah minus. Kedelai menjadi produk “hot” berkat naiknya pamor biodiesel, serta diperkirakan masih akan terus dicari di tahun 2017.

Berikut data kenaikan return investasi komoditas agri di pasar berjangka dunia di tahun 2016:

  1. Sugar (ICE) +22.51%
  2. Soybeans (CBOT) +15.44%
  3. Cotton (ICE) +9.94%
  4. Coffee (ICE) +6.35%
  5. Corn (CBOT) -1.67%
  6. Wheat (CBOT) -13.19%

Surplus suplai global (persediaan yang melebihi permintaan) disinyalir menjadi latar belakang rendahnya harga Jagung dan Gandum. Di tahun 2017 ini Jagung diharapkan menguat sejalan dengan proyeksi peningkatan permintaan. Namun, menurut sejumlah analis, outlook Gandum masih suram; kecuali bila terjadi gagal panen besar-besaran, kemarau panjang, atau bencana alam tertentu di wilayah-wilayah penghasil komoditas ini.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *