Industri Kelapa Sawit Butuh SDM Berkualitas

Wakil Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tjokro Putro Wibowo mengungkapkan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sempat menjadi primadona dalam beberapa tahun terakhir. Industri kelapa sawit membutuhkan banyak sekalih tenaga kerja terlatih yang siap pakai antara lain untuk keperluan pengembangan dan perluasan lahan serta kaderisasi dan regenerasi sumber daya manusia (SDM).

Tjokro di Jakarta, mengatakan untuk menjawab kebutuhan tersebut sebagian dari perusahaan-oerusahaan perkebunan itu mengandalkan kampus Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE). Aspek  sustainability serta lingkungan hidup menjadi aspek penting yang juga diperhatikan oleh kampus ini dalam mencetak tenaga kerja siap pakai.

Meskipun Politeknik tersebut telah menghasilkan ratusan alumni setiap tahun, akan tetapi kenyataannya dalam kebutuhan sesungguhnya di lapangan sangat besar atau mencapai ribuan setiap tahunnya. Diperkirakan industri kelapa sawit membutuhkan 5.000 hingga 6.000 tenaga kerja di sektor kelapa sawit di seluruh Indonesia setiap tahun.

Kebutuhan SDM sebanyak itu diantaranya untuk mengisi berbagai posisi mulai dari menajerial tingkat pertama, posisi yang dimaksud mulai dari manager kebun, manager pabrik, asisten kepala, kepala tata usaha, asisten kebun, asisten pabrik, asisten traksi, pengukuran dan alat berat, asisten hama dan penyakit, mandor kebun, krani dan lainnya.

Selanjutnya Tjokro menambahkan bahwa sektor kelapa sawit membutuhkan SDM terdidik dan terampil dalam pengelolaannya. Apalagi mengingat kebutuhan regenerasi SDM kelapa sawit di Indonesia sangat besar, dikarenakan perkebunan kelapa sawit telah dimulai sejak jaman pra-kemerdekaan 100 tahun yang lalu.

Kebutuhan akan SDM yang terampil untuk mendorong kinerja perusahaan kelapa sawit yang ada di Indonesia dan dapat mempertahankan eksistensi serta membantu memperoleh pasar lebih luas lagi, terutama dalam menghadapi MEA akhir 2015. Kebutuhan SDM terampil juga tidak terelakkan lagi ditengah persaingan yang akan semakin kompetitif kedepannya.

Selain kebutuhan akan SDM terampil pada bidang kelapa sawit, penerapan program revitalisasi perkebunan kelapa sawit pada lahan milik petani swadaya juga harus dilakukan. Program tersebut dinilai dapat meningkatkan produktivitas dan meningkatkan pendapatan petani swadaya hingga dua kali lipat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekspor CPO beserta produk industri hilirnya.

Sementara itu HR Manager PT Mulia Inti Perkasa, Triyanto mengatakan penting kesadaran bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Kalimantan Timur. Dalam menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit adalah usaha jangka panjang, yang senantiasa membutuhkan SDM kompeten, berkesina

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *