Industri Kelapa Sawit Berkomitmen Untuk Tidak Membakar Kebun

Industri kelapa sawit dalam negeri menyatakan komitmen untuk tidak melakukan pembakaran kebun untuk membuka lahan sehingga diharapkan tidak ada lagi kebakaran hutan yang asapnya mengganggu dalam dan luar negeri. Perkebunan besar sudah tidak lagi melakukan hal tersebut karena patuh terhadap pemerintah pusat dan daerah.Chief Operating Officer PT Eagle High Plantation Henderi Djunaidi di Batulicin, Kalimantan Selatan, mengungkapkan bahwa perusahaan besar sudah tidak ada lagi yang berani untuk melakukan pembakaran lahan atau kebun. Apabila ingin mengganti tanaman, maka perusahaan besar menggantikan dengan menggunakan alat berat.

Selain itu pemerintah pusat dah daerah juga sudah berkali-kali mewajibkan industri perkebunan untuk tidak melakukan pembakaran lahan agar tidak terjadi kebakaran besar seperti yang pernah terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Bagi perusahaan besar, telah menjadi komitmen bersama untuk tidak melakukan pembakaran lahan karena dengan membakar hutan justru malah merugikan.

Dengan melakukan pembakaran hutan, maka dalam jangka panjang perusahaan akan mengalami kerugiaan secara finansial. Oleh karena itu perusahaan membuat standar operasi untuk menjaga agar tidak terjadi kebakaran lahan dan khususnya pada musim kemarau. Standar operasi yang dimaksud adalah dengan menjaga pengelolaan air sehingga tanah terus dalam kondisi lembab.

Berikutnya perusahaan juga turut memberikan edukasi kepada para petani, pegawai serta masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran hutan. Selain akan menimbulkan asap yang bisa mengganggu kehidupan, dengan membakar hutan juga akan merusakan lingkungan dan ekosistem sehingga akan sangat merugikan untuk jangka panjang.

Henderi menduga jika masih terjadi pembakaran lahan, maka itu dilakukan oleh warga sekitar yang memiliki kebun yang tidak luas. Pembakaran lahan tersebut dilakukan disamping perkebunan sehingga apinya menyebar ke perkebunan besar dan tanaman di perkebunan besar juga menjadi terbakar.

Sudah seharusnya perusahaan yang bergerak pada sektor industri perkebunan untuk lebih peka menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan agar tidak merusak ekosistem sehingga bermpak negatif dikemudian hari. Pengelolaan industri harus dilakukan secara berkelanjutan, karena sudah menjadi kebutuhan dan persyaratan utama pada saat ini.

Komitmen dari industri kelapa sawit untuk tidak membakar lahan ini sekaligus menjawab kritikan dari dunia yang dikaitkan dengan deforestasi. Adanya isu tersebut membuat produk kelapa sawit yang dihasilkan Indonesia kesulitan untuk menembus pasar dunia terutama pasar Eropa. Dengan adanya komitmen ini diharapkan dapat menghilangkan isu tersebut dan diharapkan berdampak kepada peningkatan ekspor produk kelapa sawit Indonesia.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *