Hasil Tangkap Ikan Jawa Tengah Tembus Kualitas Pasar Internasional

Salah satu sektor yang potensil mendatangkan devisa bagi negara melalui sektor maritim adalah hasil tangkapan ikan. Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan hasil perikanan, baik melalui hasil tangkap nelayan, budidaya air tawar, maupun air payau. Bahkan daerah ini terkenal memiliki beragam produk olahan berbahan ikan yang sudah menembus pasar ekspor Amerika, Eropa, Australia, dan Asia.

“Selama ini pasar Uni Eropa menjadi barometer pasar-pasar dunia, pasar Eropa menerapkan persyaratan ketat untuk beragam produk yang masuk ke wilayahnya. Artinya, produk Jateng yang masuk Eropa telah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan,” demikian yang disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Drs H Heru Sudjatmoko MSi.

Hasil olahan berbahan ikan hasil tangkapan nelayan Jawa Tengah membuat konsumen tidak perlu ragu dan khawatir, karena proses pengolahannya telah melalui pengawasan mutu hasil perikanan yang kompeten dan pengujian laboratorium yang terakreditasi. Beberapa komoditas perikanan dari Jateng yang menembus pasar domestik dan ekspor diolah oleh Unit Pengolahan Ikan (UPI) modern. Mulai dari budidaya sampai pengolahan telah menerapkan manajemen kendali sehingga terjamin keamanannya sebagai bahan pangan.

Pemprov Jateng sangat mendukung pelaksanaan simposium yang mengusung tema ‘Sustaining Fisheries Industry to Support Global Maritime Axis’ di Auditorium Undip Tembalang, Semarang. Selain sebagai wahana informasi antar berbagai stakeholder terkait pengolahan produk perikanan, simposium akan menjadi semangat untuk mendorong industri pengolahan ikan menjadi sektor kemaritiman yang unggul, Sehingga, mampu mendukung tekad Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Proses produk perikanan di Jateng terdiri dari beberapa skala. Yaitu usaha mikro kecil dan menengah dan industri atau modern. Masing-masing memiliki segmen pasar berbeda. Selain itu proses pengolahan juga bervariasi, mulai dari frozen atau beku, pengasapan, presto, dan krupuk. Produk unggulan yang dihasilkan antara lain ikan nila filet, ikan beku, sarden, daging rajungan, krupuk udang.

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Dr Muhammad Dimyati menjelaskan bidang kemaritiman merupakan salah satu program utama yang sedang digencarkan pemerintah, selain program kedaulatan pangan, pertanian, dan energi. Untuk mendukung program tersebut, Indonesia memerlukan banyak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di bidang kelautan untuk membangkitkan hasil perikanan nasional.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *