Fakta Tentang Emas Dan Reksa Dana Untuk Investasi

Idealnya, reksa dana ataupun emas sebaiknya digunakan untuk tujuan jangka panjang di atas lima tahun. Lebih bagus lagi jika investasi jenis ini termasuk bagian dari rencana keuangan untuk tujuan pensiun, biaya pendidikan anak, atau mempersiapkan pernikahan anak. Apabila digunakan dalam jangka pendek di bawah lima tahun, harganya masih berfluktuasi sehingga imbal baliknya kurang maksimal. Karena itu, sebelum memutuskan untuk investasi reksa dana atau emas ini, Anda harus memiliki uang cadangan untuk menutup kebutuhan dalam jangka pendek.
Sekilas tentang Investasi Emas

Kadang sering ada salah kaprah dalam investasi emas. Kalau tujuan Anda hanyalah investasi, jangan membeli emas dalam bentuk perhiasan. Beberapa orang beranggapan kalau membeli emas berbentuk perhiasan, harganya juga akan naik saat harga emas naik. Perlu Anda ketahui emas perhiasan tidak cocok untuk investasi karena ada komponen biaya pembuatan saat dibeli dan dijual. Selain itu, toko emas tidak hanya menghitung kadar dan beratnya, tetapi juga biaya pembuatan perhiasan. Dengan kata lain, makin rumit bentuk emas itu maka makin mahal ongkos yang harus dikeluarkan.

Untuk meminimalkan risiko investasi emas, terutama agar tidak mendapatkan emas berkualitas jelek, sebaiknya membeli dan menjual emas standar Logam Mulia (LM) yang kadar kemurniannya 99,99%. Ada baiknya juga Anda membelinya dan mendapatkannya langsung di PT Aneka Tambang (Antam), Pegadaian, atau toko emas. Namun, bila membeli di toko emas, pastikan toko tersebut memiliki sertifikat asli dari Antam.

Sekilas tentang Investasi Reksa Dana

Reksa dana merupakan wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar modal. Mereka melakukannya dengan cara membeli unit penyertaan reksa dana. Investasi ini sendiri dikelola perusahaan pengelola dana investasi di bawah tanggung jawab Manajer Investasi.

Ada empat jenis reksa dana yang bisa dipilih sesuai dengan profil risiko yang dimiliki investor. Jenis reksa dana yang tersedia di sini, di antaranya:

  • Reksa dana Pasar Uang (RDPU), reksa dana ini dikelola Manajer Investasi (MI) yang menginvestasikan uang ke dalam instrumen-instrumen investasi pasar uang, seperti deposito dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
  • Reksa dana Pendapatan Tetap (RDPT), reksa dana yang dikelola dengan memasukkan sebagian besar uang Anda ke dalam investasi obligasi dan sisanya bisa diinvestasikan ke saham dan/atau instrumen-instrumen investasi pasar uang.
  • Reksa dana Campuran (RDC), reksa dana yang dikelola MI dengan menginvestasikan uang Anda secara berimbang ke dalam saham dan obligasi.
  • Reksa dana Saham (RDS), reksa dana yang dikelola MI dengan menginvestasikan sebagian besar uang Anda ke dalam saham.

Di dalam investasi, khususnya reksa dana, terdapat prinsip high risk, high return (makin besar risiko, makin tinggi imbal baliknya) dan reksa dana saham memiliki risiko terbesar dengan potensi imbal balik yang besar juga.

Waktu yang Tepat Berinvestasi di Reksa Dana

Pertanyaan berikutnya, kapan waktu yang terbaik untuk melakukan investasi itu? Pertanyaan ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Sebab reksa dana adalah investasi jangka panjang, waktu investasi yang paling tepat adalah saat masih muda.

Sesuaikan dengan profil risiko Anda, apakah tipe moderat yang pilih aman atau tipe investor yang berani ambil risiko. Pilihlah investasi yang dalam waktu minimal lima tahun telah terlihat untungnya. Jangan lupa untuk mengecek reputasi MI sebelum memilihnya. Sebab merekalah yang membantu Anda di dalam memilihkan berbagai macam produk reksa dana yang memang paling sesuai dengan tujuan sehingga tidak sampai terjadi salah pilih.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *