Fakta-Fakta Menarik Mengenai OPEC

OPEC merupakan kumpulan Рkumpulan negara penghasil minyak yang berkumpul dan membentuk suatu organisasi.  Organisasi ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga minyak sejak tahun 1960-an. Biasanya, jika OPEC mengurangi target produksi minyak dari negara-negara anggotanya, maka harga minyak cenderung akan meningkat.

Meskipun banyak orang sering mendengar tentang OPEC, namun hanya sedikit yang benar-benar tahu apa itu OPEC dan apa yang sebenarnya dilakukan organisasi tersebut. Berikut kami telah merangkum beberapa fakta menarik mengenai OPEC, yang akan sedikit membuka pengetahuan mengenai kartel minyak terbesar di dunia ini.

1. OPEC Berdiri Tahun 1960

Organization of the Petroleum Exporting Countries atau disingkat OPEC, dibentuk pada hari Rabu, 14 September 1960 sebagai hasil dari konferensi yang berlangsung di Baghdad, Irak. Konferensi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari negara Iran, Irak, Saudi Arabia, Kuwait dan Venezuela. Kelima negara tersebutlah yang kemudian menjadi negara pendiri (founder) OPEC.

2. OPEC Memiliki 13 Negara Anggota

Hingga tahun 2016, ada 13 negara anggota OPEC yaitu Algeria, Angola, Ekuador, Libya, Nigeria, Qatar, Uni Emirat Arab, Indonesia dan 5 negara pendirinya. Angola, yang baru bergabung tahun 2007, merupakan anggota terbaru yang bergabung dengan organisasi kartel minyak ini. Sementara Gabon menjadi negara satu-satunya mantan anggota OPEC. Ekuador pernah keluar pada periode 1973-1992, namun kembali ikut serta di tahun 2007, sama seperti Indonesia yang keluar tahun 2008 lalu dan diaktifkan lagi 2015 silam. Indonesia adalah satu-satunya negara OPEC yang berada di Asia Tenggara, dan juga satu-satunya yang berstatus pengimpor netto minyak.

3. Sebelum Ada OPEC, Minyak Dunia Dikuasai “The Seven Sisters”

Sebelum OPEC dibentuk, pasar minyak dunia didominasi oleh kelompok yang dinamai “Seven Sisters”. Seven Sisters merupakan kelompok yang beranggotakan perusahaan-perusahaan besar minyak mentah internasional, seperti Anglo-Persian Oil Co, Texaco, Gulf Oil, Standard Oil of California, Royal Dutch Shell, Standard Oil of New Jersey dan Standard Oil Co. of New York.

Sebagian besar perusahaan anggota Seven Sister telah berubah nama, atau membentuk perusahaan baru. Standard Oil of California berganti nama SoCal, kemudian mengakuisisi Gulf Oil untuk membentuk Chevron. Anglo-Persian Oil sekarang telah menjadi British Petroleum (BP). Demikian halnya dengan Standard Oil Co. New York yang bergabung dengan Standard Oil of New Jersey, sehingga terbentuk ExxonMobil. Hanya Royal Dutch Shell saja yang masih mempertahankan namanya sampai saat ini dan merupakan salah satu dari 10 perusahaan minyak terbesar dunia bersama dengan Chevron, BP, juga ExxonMobil.

4. Tujuan Utama OPEC

Menurut Statuta OPEC, tujuan dari dibentuknya organisasi ini adalah mengkoordinasikan dan menyatukan harga minyak dari negara anggotanya untuk menjamin stabilitas pasar minyak dalam rangka mengamankan, efisiensi, penghematan dan (menjaga) keteraturan pasokan minyak bumi kepada para konsumen, juga penghasilan tetap bagi produsen dan imbal balik modal yang adil bagi mereka berinvestasi di industri minyak bumi.

5. OPEC Mengadakan 2 Kali Meeting Setiap Tahun

Negara-negara anggota OPEC menghelat dua kali pertemuan dalam satu tahun. Biasanya pertemuan tersebut diadakan pada bulan Maret dan September. Namun jika ada keadaan luar biasa yang terjadi, anggota juga dapat meminta sesi khusus.

6. Penentuan Target Produksi Minyak

Terkait dengan poin sebelumnya mengenai tujuan OPEC untuk menjamin stabilitas pasar minyak, target produksi tidak dapat dinaikkan ataupun diturunkan tanpa suara bulat dari semua anggota OPEC. Hal ini sering menyebabkan masalah dalam kartel minyak tersebut, terutama bagi negara yang memiliki biaya produksi lebih tinggi. Karena, itu berarti beberapa anggota OPEC membutuhkan harga jual yang pastinya lebih tinggi agar bisa break even dengan biaya produksi.

7. Jumlah Minyak Yang Dikuasai OPEC

Para anggota OPEC menyumbang 40 persen dari total suplai minyak dunia dan memiliki sekitar 75 persen hingga 80 persen cadangan minyak mentah terbukti (proven oil reserve). Sebagian besar cadangan minyak OPEC berada di Arab Saudi dan Venezuela. Negara yang disebut terakhir memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Pada tahun 2014 lalu, OPEC menyatakan bahwa mereka mempunyai cadangan minyak terbukti sebesar 1.2 triliun barel.

8. Para Pesaing Utama

OPEC yang memegang sekitar 40 persen output minyak dunia memiliki pesaing terdekat, yaitu OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi). OECD beranggotakan 30 negara, yang beberapa diantaranya merupakan produsen minyak besar seperti AS, Kanada, Meksiko dan Inggris. OECD diperkirakan menguasai 23 persen dari total produksi minyak dunia. Pesaing utama lain seperti Rusia juga ikut menyumbang kurang lebih 15 persen.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *