Emas, Pilihan Cerdas

Wanita memang memiliki karakteristik khusus dalam kepribadiannya. Pada umumnya, kaum hawa selalu mengutamakan keamanan dan cenderung menjauhi resiko, termasuk dalam menentukan langkah investasi. Latar belakang inilah yang menjadi dasar keterlibatan wanita dalam bisnis properti, transaksi emas maupun simpanan deposito bank.

Tanpa disadari, kesukaan wanita pada keindahan turut menyumbang suntikan besar bagi pasar investasi logam mulia. Kebanyakan wanita tentu akrab dengan perhiasan emas, namun demikian masih sedikit yang memahami nilai emas sebagai media investasi handal. Oleh karena itu, Artikel kali ini akan mengulas manfaat emas di luar keindahan estetika semata.

Apabila dibandingkan dengan instrumen pelindung nilai lain, emas mempunyai keunggulan spesifik yang menarik untuk disimak. Berikut ini 5 alasan utama mengapa emas diyakini sebagai lahan investasi potensial bagi investor :
1. Nilai Emas Stabil dan Cenderung Naik Setiap Tahun
Stabilitas nilai tukar emas terhadap barang konsumsi telah terbukti selama lebih dari 1.400 tahun. Emas bahkan sudah beredar di pasaran sejak 50 abad lamanya. Gambar 1 di bawah ini menunjukkan kenaikan harga emas secara berkelanjutan, mulai dari tahun 2000 ($250 per troy ounce) hingga 8 Juni 2010 ($1,251.85). Berdasarkan grafik ini, dapat disimpulkan bahwa kenaikan harga emas sudah mencapai 5 kali lipat hanya dalam jangka waktu kurang dari 10 tahun.

2. Emas Adalah Alat Penangkal Inflasi Yang Efektif

Menurut lembaga inflasi Amerika Serikat (AS), National Inflation Association (NIA), emas adalah varian investasi yang harus dimiliki oleh warga AS. Kemakmuran dan keselamatan finansial relatif terjamin dalam aset emas, bahkan dalam situasi hiper-inflasi sekalipun.  Potensi keuntungan jangka panjang juga semakin cerah dengan merujuk pada dinamika ekonomi dunia. NIA berani mengklaim bahwa harga emas saat ini masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan level harga ideal, yakni di atas $2,000/Oz.

3. Emas Adalah Alat ‘Safe Haven’ Dan Diversifikasi Aset

Emas berperan besar dalam upaya perlindungan kekayaan dan nilai aset investor. Tidak heran bahwa banyak pemodal akan beralih pada logam mulia ini ketika situasi sedang tak menentu. Emas bahkan memiliki andil dalam diversifikasi modal karena bisa menjaga nilai aset di kala investasi lain sedang mengalami kerugian.

4. Emas Tidak Dapat Diintervensi Dan Dicetak Kembali

Berbeda dengan mata uang, harga emas tidak bisa dikendalikan atau dicetak ulang oleh negara. Pemerintah negara manapun tidak bisa campur tangan dalam pergerakan nilai emas, mengingat hasil bumi ini merupakan milik semua golongan, baik institusi maupun individu di seluruh dunia. Jadi, mekanisme pasar menentukan performa harga emas global.

Daya beli seluruh mata uang terhadap logam kuning terus berkurang setiap tahun. Bahkan daya beli Rupiah terhadap emas sudah menyusut hingga 80% selama 1 dasawarsa terakhir. Apabila sepuluh tahun lalu satu gram emas setara dengan Rp. 66,000, kini sejumlah uang tersebut hanya bisa untuk menebus sekitar 0.2 gram emas.
5. Adanya Tren Suku Bunga Rendah AS 

Rendahnya suku bunga di Amerika Serikat (AS) menurunkan minat investor untuk berinvestasi dalam aset berimbal bunga. Apalagi Bank Sentral AS tidak menunjukkan sinyal kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Alasan inilah yang mengurangi tingkat partisipasi wanita AS dalam investasi berbentuk deposito, karena deposan serentak menarik dan mengalihkan likuiditas ke dalam portofolio emas.

Asumsi di atas merupakan landasan dari besarnya peluang bahwa harga emas akan cenderng meningkat di masa depan. Potensi ini tidak hanya disadari oleh investor ritel dan perbankan, pemerintah beberapa negara bahkan sudah lebih dahulu melakukan konversi aset nasionalnya. India, China, Russia dan Venezuela konsisten menukarkan aset mata uang USD atau Euro ke dalam bentuk emas.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *