Emas Jadi Primadona Investasi di Bursa Berjangka

Investasi di bursa berjangka komoditi memiliki potensi yang juga menarik selain di bursa saham. Jika di bursa saham produk yang dijual adalah saham, berbeda dengan di bursa komoditi. Produk yang diperjual belikan ada 11 jenis, di antaranya emas, kopi, cokelat, minyak, dan lain-lain.

Komoditi yang paling banyak ditransaksikan emas 60%, minyak dan cokelat 40%. Salah satu produk bursa berjangka yang punya peluang investasi yang patut dilirik adalah emas.

Meskipun berfluktuasi, harga emas selalu punya nilai tinggi di masa mendatang. Namun, investasi emas di bursa berjangka bukan dalam bentuk emas fisik melainkan bentuk kontrak.

“Jadi ini bicara spesifikasi produknnya, contoh di emas di BBJ ada banyak kontrak, beberapa varian, ada emas yang kontrak berdasarkan size ada yang satu lot 1 kg, 250 gram, 100 gram tergantung,” kata Direktur PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Bihar Sakti Wibowo di Jakarta.

Di menjelaskan, jika biasanya dalam investasi saham satu lot adalah 500 saham, dalam bursa berjangka 1 lot adalah 1kg emas misalnya untuk komoditas emas. Untuk kakao, satu lot adalah 5 ton, untuk kopi satu lotnya ada yang 5 ton atau 10 ton.

“Misalkan mau ambil contoh kita mau transaksi yang 1 kg misalnya, berarti 1 lot artinya 1 kg emas,” kata dia.

Sama halnya di pasar modal, investor di burs berjangka juga bisa individu maupun institusi.

“Bisa individual dan perusahaan tapi kalau yang ditransaksikan wakil pialang mayoritas individual,” ujarnya.

Cara bertransaksi di bursa berjangka dengan burs saham hampir sama, bedanya jika di bursa berjangka posisi awal bisa melakukan jual terlebih dahulu.

“Prinsipnya sama beli di rendah jual di tinggi, misalkan harga emas saat ini Rp 480 ribu per gram nanti bulan depan bisa Rp 500 ribu, nah di harga tinggi kita jual,” kata dia.

Tapi, kata dia, cara membelinya berbeda antara di bursa saham dengan bursa berjangka. Di bursa berjangka, investor bisa membeli dengan harga tidak 100%, sederhananya boleh DP dulu.

“Jadi belinya tergantung nasabah bisa disesuaikan, mau 1 kg emas, kalau beli fisik kan uangnya harus 100%, artinya uangnya harus disediakan Rp 480 juta, kalau di BBJ cukup dengan 1-2% modal yang dikeluarkan jadi untuk beli emas 1 kg cukup dengan Rp 10 juta, sisanya nanti saja karena tradingnya terus bergulir jadi kita beli kontraknya dulu,” terangnya.

Saat ini, lanjut dia, rata-rata transaksi di bursa berjangka 1.500 lot per hari.

“Rata-rata 1.500 lot per hari dari semua komoditi nilainya beda-beda tergantung komoditinya,” ujar dia.

Dia juga menyebutkan, saat ini jumlah perusahaan pialang baru 70 perusahaan. Diharapkan ke depan akan terus bertambah.

“Kalau di bursa ada manager investasi, kita ada wakil pialang, orang yang bekerja di perusahaan pialang. Ada 60-70 perusahan pialang, wakil pialang ribuan. Keuntungan investasi di sini yang paling bisa dilihat modal kecil karena bisa DP dulu, transaksi bisa dilakukan dua arah, harga naik atau turun bisa dimanfaatin, kalau di sini bisa jual dulu tapi duitnya belakangan,” ujarnya.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *