Ekspor Perikanan Kabupaten Cirebon Tumbuh Sepuluh Persen

Salah satu sentra penghasil ikan di  Provinsi Jawa Barat yaitu Kabupaten Cirebon, daerah ini telah menjadi andalan penyumbang ekspor perikanan di provinsi ini. Kabupaten Cirebon di Provinsi Jawa Barat memilki potensi perikanan yang cukup besar untuk dikembangkan. Sektor perikanan merupakan kontributor kedua penyumbang Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) setelah sektor pertanian.

Jenis tangkapan nelayan yang di ekspor dari daerah ini antara lain rajungan, paha kodok dan udang. Menurut data tren transaksi ekspor perikanan, setiap tahun naik mencapai 10 persen. Kasubag Perencanaan dan Statistik Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Indah Lesmini mengatakan, produksi ikan penangkapan laut di Jabar pada 2014 mencapai 205.448,9 ton dengan total nilai Rp3,33 triliun.

Jumlah tersebut meningkat dalam empat tahun terakhir. Tercatat produksi penangkapan ikan laut pada 2011 sebesar 185.822,5 ton, tahun 2012 sebanyak 198.978,52 ton, dan di tahun 2013 mencapai 207.103,5 ton. Adapun negara yang menjadi tujuan ekspor di antaranya Rusia, Taiwan dan Jepang.

Hal demikian, diungkapkan Kadis Perikanan dan Kelautan  Jabar, Djafar Ismail, dalam  keterangannya kepada media. “Transaksi ekspor ikan Jawa Barat terus berlanjut seperti di Kabupaten Cirebon. Berbagai jenis ikan, terus dikirim ke beberapa negara”, ujar Djafar Ismail.

Menurut Djafar, hingga saat ini transaksi ekspor asal Jawa Barat terus berjalan normal. Bahkan, inflasi yang terjadi hingga saat ini tidak mempengaruhi transaksi ekspor perikanan.

Sedangkan secara nasional ekspor perikanan Indonesia pada tahun 2014 mengalami peningkatan dibanding  tahun 2013.  Volume ekspor perikanan Indonesia dari Januari – Septermber 2014 mencapai 921 ribu ton, sedangkan pada periode yang sama tahun 2013 hanya sebesar 906 ribu ton.

Diharapkan dengan pangsa ekspor perikanan yang masih terbuka luas dapat menarik minat nelayan dan investor dalam negeri, dalam upaya meningkatkan sektor perikanan yang memiliki potensi yang besar di kabupaten ini. Dilihat dari kontribusi masing-masing komoditi maka udang dan lobster adalah penyumbang terbesar nilai ekspor perikanan Indonesia.

Peran pemerintah daerah sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan produksi ikan dari nelayan tangkap seperti dengan memberikan bantuan mesin tempel dan sarana lain. Bantuan teknis dari tenaga penyuluhan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan produksi para nelayan yang masih minim informasi.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *