Dari Rugi Rp 1,04 T, Sekarang Antam Untung Rp 38 M

PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) berhasil mencatat kan peningkatan signifikan kinerja perusahaan yang tercermin dari perolehan laba bersih senilai Rp 38,3 miliar pada Sembilan Bulan Pertama tahun 2016. Bila dibandingkan dengan kinerja periode yang sama tahun lalu, kinerja perusahaan kali ini tergolong melesat sangat signifikan. Karena, sebelumnya perusahaan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 1,04 triliun pada periode yang sama di tahun 2015.


Artinya, ada peningkatan hingga 103,68% pada perolehan laba bersih perusahaan.

“Capaian laba bersih di 9 bulan tahun 2016 menunjukkan kinerja finansial ANTAM telah kembali on track untuk dapat memberikan profitabilitas dan imbal hasil yang baik kepada pemegang saham. Optimalisasi produksi dan penjualan serta efisiensi yang berkelanjutan termasuk peningkatan penjualan bijih nikel ke smelter dalam negeri akan semakin diintensifkan sehingga kinerja ANTAM akan semakin positif,” kata Direktur Keuangan ANTAM, Dimas Wikan Pramudhito dalam keterangan tertulis.

Perolehan laba bersih ini tak lepas dari kinerja penjualan perusahaan yang tumbuh positif. Penjualan bersih ANTAM di 9M16 tercatat sebesar Rp 6,45 triliun. Pasar ekspor menjadi pasar terbesar dengan kontribusi 59% atau Rp3,79 triliun.

Emas masih menjadi kontributor terbesar penjualan bersih ANTAM dengan nilai Rp4,36 triliun atau 68% dari total penjualan selama 9 bulan di tahun 2016. Feronikel menjadi kontributor terbesar kedua penjualan ANTAM, berkontribusi Rp 1,49 triliun atau 23% dari total penjualan. Penjualan bijih nikel ke smelter dalam negeri sudah berkontribusi Rp248 miliar atau 4% dari total penjualan. Pada belanja modal ANTAM tercatat sebesar Rp 841,8 miliar yang terdiri dari Rp 190,1 miliar untuk investasi rutin, Rp 642,2 miliar untuk investasi pengembangan dan Rp 9,5 miliar untuk biaya ditangguhkan.

Belanja modal untuk investasi pengembangan terutama digunakan untuk penyelesaian Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) dengan jumlah keseluruhan investasi Rp 561,7 miliar.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *