Budidaya Pinang, Menabung Emas!

Gampong Riseh Tunong Kecamatan Sawang, kabupaten Aceh Utara merupakan salah satu kawasan sentral perkebunan pinang terbesar di Aceh, dan komoditas pinang menjadi mata pencaharian utama warga setempat.

Entah kapan jejak pohon pinang di Aceh ada, yang pasti keberadaan pohon pinang di kawasan Gampong Riseh Tunong Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara sudah ada ratusan tahun yang lalu.

Hasil uji kwalitas, kalau pinang asal kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara memiliki kualitas terbaik dibandingkan dengan daerah lain baik dari segi getahnya maupun buahnya.

Karena kualitasnya yang baik, maka tak heran pinang asal kecamatan Sawang menjadi komoditas paling diburu oleh para saudagar pinang untuk di ekspor keuar negeri.

Namun sayangnya, tanaman pinang masih banyak dibudidayakan secara tradisional atau konvesional. Sekiranya petani mau melakukan penanaman pinang secara intensif, sudah pasti pengahasilan yang diperoleh sangat menjanjikan dibandingkan dengan komoditas lain.

Analisis Usaha Pinang

Bagi Anda yang ingin berkebun pinang. Berikut analis usaha pinang apabila dibudidayakan secara intensif dengan pemeliharaan dan perawatan yang baik, mulai dari tahap pembibitan, perawatan sampai pada penanganan hasil pinang.

Dalam satu pohon pinang mampu menghasilkan panen sekitar 20 kg biji setiap bulannya. Dalam satu hektar berkisar 450-500 batang. Maka rata-rata produksi pinang per hektar berkisar 400 kg biji pinang kering.

Harga harga jual pinang per 30 Agustus 2014 mencapai Rp.20.000.perkilo. Kalau dalam satu hektar kebun pinang, seorang petani bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp.8.000.000,- per bulan. “Setara dengan gaji pokok bupati/walikota”.

Budidaya Pinang, Menabung Emas merupakan ungkapan yang tepat bagi para petani.

Hebatnya budidaya pinang, kebun pinang yang mendapatkan perawatan secara baik dan benar, mampu bertahan hingga ratusan tahun. “Hanya saja kurangnya sosialisasi tentang keunggulan komoditas pinang dan peluang pasar, sehingga warga petani mudah terpedaya dengan keunggulan komoditas lain.

Syarat Tumbuh Pohon Pinang :

Setiap tanaman memerlukan syarat tumbuh yang berbeda, bila penanaman dilakukan di tempat yang sesuai dengan syarat tumbuhnya, hasil yang diperoleh bisa berlipat-lipat. Berikut beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan di dalam penanaman pinang antara lain :

1. Tinggi Tempat
Tanaman Pinang dapat berproduksi optimal pada ketinggian 0–1.000 m dpl (meter diatas permukaan laut). Tanaman pinang idialnya ditanam pada ketinggian dibawah 600 m diatas permukaan laut.

2. Tanah
Tanah yang baik untuk pengembangan pinang adalah tanah beraerasi baik, solum tanah dalam tanpa lapisan cadas, jenis tanah laterik, lempung merah dan aluvial. Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman pinang sekitar pH 4-8.

3. Curah Hujan
Curah hujan yang dikehendaki tanaman pinang antara 750-4.500 mm/tahun yang merata sepanjang tahun atau hari hujan sekitar 100-150 hari. Tanaman pinang sangat sesuai ditanam pada daerah yang bertipe iklim sedang dan agak basah dengan bulan basah 3 – 6 bulan/tahun dan bulan kering 4-8 bulan/tahun.

4. Suhu dan Kelembaban
Tanaman pinang dapat tumbuh dengan baik pada suhu optimum antara 20º – 32º C. Tanaman pinang menghendaki daerah dengan kelembaban udara antara 50 – 90 %.

5. Penyinaran.
Penyinaran yang sesuai untuk tanaman pinang berkisar antara 6-8 jam/hari. Pengaruh cahaya matahari terhadap tanaman pinang sebagai berikut:

1). Ruas batangnya lebih pendek dibanding tanaman yang terlindung.
2). Tanaman tidak cepat tinggi.
3). Fisik tanaman lebih kuat.
4). Persentase bunga untuk menjadi buah lebih besar.

Beberapa tindakan budidaya tanaman yang menyangkut faktor penyinaran adalah pengaturan tanam, jarak tanam, sistem intercropping, penggunaan naungan dan pohon pelindung, serta penambahan cahaya.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *