BATAN Bantu Naikkan Produksi Lada Bangka Belitung

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) adalah lembaga pemerintah non kementerian Indonesia yang bertugas di bidang penelitian, pengembangan dan pemanfaatan tenaga nuklir. Provinsi Bangka Belitung memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan. Tidak hanya potensi energi nuklir tetapi juga di sektor pertanian. BATAN sedang membantu melakukan penelitian untuk pengembangan bibit lada. Permintaan akan lada dipasaran cukup tinggi, sementara Indonesia merupakan penghasil lada nomor 2 di dunia setelah Vietnam. Hal ini disikapi dengan baik oleh Pemprov Babel sebagai potensi yang perlu dikembangkan.

Mengutip dari laman babelprov.go.id, BATAN sedang membantu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mengembangkan potensi pertanian yakni pada komoditas unggulan yaitu lada. Saat ini penelitian atas bibit lada sudah membuahkan hasil yang mengembirakan.

Bibit lada dinyatakan memililiki produktivitas tinggi dan lebih tahan lama terhadap penyakit dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya.  Prospek lada makin cerah sejalan dengan berkembangnya usaha makanan, industri jamu farmasi, kosmetika yang menggunakan lada, serta industri makanan yang berbasis lada.

Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan bahwa penelitian akan nuklir tidak hanya bicara hanya mengenai pengembangan energi nuklir tetapi penelitian nuklir digunakan juga untuk pengembangan tanaman lada yakni di beberapa lokasi seperti di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka.

Pemanfaatan senyawa untuk menghadapi penyakit lada telah dilakukan di Kabupaten Bangka Tengah dan terjadi peningkatan produktivitas tanaman. Sebab senyawa yang digunakan pada tanaman lada untuk meningkatkan produktivitas sampai 18.5%. BATAN juga akan memanfaatkan tanah jarang (rare earth) untuk kebutuhan industri di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,

Melalui penelitian yang dilakukan BATAN baik dalam memanfaatkan tanah jarang, mampu menghasilkan bibit yang tahan terhadap penyakit, sehingga berdampak pada meningkatnya produktivitas.  Jika produktivitas tetap meningkat, maka Babel masih mampu menyalurkan lada untuk memenuhi permintaan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Kerjasama dengan BATAN yang meliputi pengembangan bibit lada, pemamfaatan tanah jarang, serta pemamfaatan senyawa dalam mengurangi penyakit lada. Manfaat dari kerjasama ini memberikan peningkatan pada pendapatan daerah.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *