Areal Perkebunan Sumut Masih Dikuasai Petani

Luas areal perkebunan di Sumatera Utara (Sumut) terbesar atau sekitar 55 persen dari 2 juta hektare total areal di daerah itu merupakan milik rakyat dengan terluas jenis tanaman karet, kelapa sawit, kopi, kakao dan kelapa.

“Pemerintah Provinsi Sumut terus berupaya mempertahankan kepemilikan besar lahan petani itu termasuk mempertahankan komoditas andalan itu dan peningkatan produktivitas,” kata Kepala Dinas Perkebunan Sumut, Aspan Sofian, di Medan.

Upaya mempertahankan itu dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus perekonomian daerah dan devisa dari ekspor.

Pemerintah Provinsi Sumut terus berupaya melakukan pembinaan ke petani dan termasuk bantuan berupa bibit unggul dan peralatan pertanian atau pengolahan yang biasanya diberikan kepada kelompok tani.

Diakuinya, meski luas areal perkebunan petani masih lebih luas, produktivitasnya dan kualitas mutu jauh di bawah kebun milik perusahaan BUMN dan swasta dan akibatnya pendapatan petani masih tetap rendah.

“Mudah-mudahan program pembinaan SDM petani dan pemberian bibit unggul di Sumut bisa menghasilkan manfaat maksimal karena komoditas unggulan Sumut itu masih sangat dibutuhkan pasar dunia,” katanya.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Anizar Simanjuntak, menyebutkan tanaman tua dari bibit yang tidak unggul yang dimiliki petani dewasa ini memang merupakan masalah serius yang perlu ditangani pemerintah.

“Dari sekitar 3,8 juta hektare lahan petani sawit, seluas satu juta hektare sudah sangat mendesak untuk diremajakan karena produktivitasnya semakin rendah,” katanya.

Peremajaan itu tidak bisa diharapkan dilakukan petani sendiri mengingat kemampuan keuangan petani yang terbatas ditambah status lahan yang tidak bersertifikat.

“Petani sulit melakukan pinjaman ke bank, karena tidak ada yang bisa diagunkan,” katanya.

Menurut dia, kalau Pemerintah serius, sertifikasi lahan bisa dilakukan dengan program Prona yang rutin dilakukan Badan Pertanahan Nasional.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *