Apel Salah Satu Komoditas Andalan Kabupaten Pasuruan

Apel merupakan salah satu komoditas yang diandalkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan selain bunga krisan dan juga komoditas lainnya. Produksi yang dihasilkan oleh tanaman apel ini dapat  mencapai sekitar 50 ton per harinya.

Kecamatan Tutur Nongkojajar, merupakan salah satu daerah di Kabupaten Pasuruan dimana mata pencaharian penduduknya sebagian besar adalah petani apel. Masyarakat di kecamatan ini sangat pandai dalam memanfaatkan lahan desa mereka untuk menanam tanaman apel ini dan juga menjadikannya sebagai sentra obyek wisata agro. Hampir diseluruh desa di kecamatan ini terdapat tanaman Apel. Penetapan Kecamatan Tutur Nongkojajar sebagai daerah Agrowisata Apel telah dilakukan pemerintah setempat sejak tahun 1991.

Apel hanya dapat tumbuh subur di ketinggian 800 – 1500 meter dari permukaan laut dan Kecamatan Tutur Nongkojajar memenuhi akan persyaratan menanam tanaman apel ini. Letak Geografis kecamatan Tutur Nongkojajar yang strategis, yaitu berada di ketinggian 700 – 1200 mdpl. Tanaman apel dapat berbuah dua kali dalam 1 tahun bila pola perawatannya diperhatikan benar. Tanaman apel yang dikembangkan di wilayah ini adalah tanaman apel jenis anna, manalagi dan rhome beauty.

“Kabupaten Pasuruan memiliki kekayaan air yang melimpah dengan lahan pertanian yang subur. Semua itu anugerah yang harus dikelola untuk kemakmuran masyarakat,” ujar Bupati Pasuruan M Irsyad Yusuf, kepada media, beberapa waktu yang lalu.

Pemerintah kabupaten akan berusaha mendorong para petani dan mengoptimalisasikan lahan pertanian supaya produktivitas meningkat dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan para petani. Program dari Pemkab Pasuruan dilakukan secara berkelanjutan, dimana melibatkan semua sektor supaya bersinergi  dan akan dibarengi  pula dengan promosi dan revitalisasi di sentra-sentra UKM. Contohnya, Pemkab akan membangun pasar buah wisata, pembinaan pada UKM, pelatihan cara pengolahan makanan sampai kepada pengemasan buah apel.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan melakukan terobosan agrowisata guna menarik wisatawan yang datang baik lokal maupun luar, dengan membuat para wisatawan yang datang dapat memetik secara langsung buah apel di kebun apel Tutur Nongkojajar.

Pemkab juga akan memberikan dan memperkuat bibit apel unggul melalui inovasi-inovasi teknologi. Pemasaran apel Pasuruan ini sudah menjangkau kota-kota besar di Indonesia, bahkan ada juga yang sudah diekspor ke beberapa negara seperti seperti Eropa, Amerika, Australia, China, dan Korea Selatan.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *