40% Kebun Sawit Sumbar Perlu Peremajaan

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan dan andalan bagi pendapatan nasional serta devisa negara dan menjadi industri primadona perkebunan Indonesia. Produk kelapa sawit dan turunannya menjadi sumber devisa utama non migas dengan nilai US$ 12,74 milyar pada tahun 2015.
Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan ekonomi nasional khususnya skctor pertanian dalam mewujudkan kedaulatan pangan, dibutuhkan sinergitas antara komoditas perkebunan dengan tanaman pangan baik melalui tanaman sela maupun pakan ternak.

Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Barat, Ir. Fajaruddin pada acara Kunjungan Pers Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian di Padang, Sumatera Barat, 14 April 2016, mengatakan integrasi sawit dengan tanaman pangan dan ternak sudah dilakukan petani sawit. “Luas perkebunan kelapa sawit di Sumbar sebenarnya tidak terlalu luas hanya 390.380 ha dengan produktifitas 1.152.187 ton yang sentra produksinya ada di Pasaman Barat, Dharmasraya, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Agam, dan Sijunjung,” tambahnya.

Potensi pengembangan sawit untuk ketersediaan lahan di Sumbar yaitu 163.199 ha. Luas areal dan status produksi berdasarkan status pengusahaannya yaitu untuk perkebunan rakyat luas lahan 192.153 ha dengan nilai produksi 450.941 ton, untuk PTP luas lahan 9.261 ha dan nilai produksi 36.314 ton, dan PBSN luas lahan 188.966 ha dengan produksi 664.932 ton.

Fajaruddin menambahkan bahwa kebun inti plasma saat ini, plasmanya lebih luas dari pada intinya yaitu plasmanya 430 ha sedangkan intinya hanya 3000. Sekarang ini kebun sawit dibutuhkan peremajaan/replanting untuk menghasilkan produksi yang lebih baik, namun dibutuhkan pupuk dan bibit bersertifikat yang baik selain juga dibutuhkan bibit jagung yang unggul sebagai tanaman sela. “Karena pohon sawit yang ada di Sumbar sudah berusia lebih dari 20 tahun, dan 40% harus sudah di remajakan,” tegasnya.

Menurut Zulhendi, dari Dinas Tanaman Pangan Sumatera Barat, bahwa potensi luas lahan sawit di Sumbar tahun 2013 yaitu 8.323 ha dan tahun 2014 seluas 24.373 ha. Karakteristik tanaman sela yang bisa di tanam pada sawit yaitu tanaman tidak tinggi, pengelolaannya tidak mengakibatkan kerusakan tanaman sawit, perakaran dan tajuknya menempati areal yang berbeda, dan toleran naungan.

Tanaman sela yang banyak di tanam antara padi gogo, kedelai, jagung, dan kacang tanah. Sedangkan keuntungan dengan adanya tanaman sela yaitu efisiensi pemanfaatan lahan usaha tani, produktivitas dapat lebih meningkat, pendapatan petani lebih meningkat, pemakaian input lebih efisien, ada jaminan pendapatan usaha tani, memaksimalkan pendapatan usaha tani, serta meningkatkan lapangan kerja.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *