Kadin Upayakan Pengusaha di Daerah Timur Untuk Tanam Cabai

Kini harga cabai dipasaran melambung tinggi, bahkan di beberapa daerah harga cabai menembus Rp 130.000 perkg. Tentu kenaikan ini sudah cukup mengkhawatirkan dan sangat membebani masyarakt. Kenaikan harga cabai serentak naik di berbagai daerah di Indonesia.

Kenaikan ini karena adanya keterlambatan pendistribusian sehingga penyaluran cabai mengalami perlambatan di tengah permintaan yang cukup tinggi. Kenaikan ini terjadi pasca Perayaan natal dan Tahun baru.

Menanggapi hal tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendorong pengusaha yang berada di Kawasan Timur Indonesia (KTI) agar bisa membantu memberdayakan Cabai yang merupakan komoditas pangan andalan Indonesia. Dan merupakan sebagai wujud dukungan program menanam 50 juta cabai di Indonesia.

Menurut Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia, Andi Rukman Karumpa menjelaskan. Sebagai pengusaha, pihaknya tidak sepakat membawa masalah komoditas cabai hingga ke ranah politik. Namun akan jauh lebih konstruktif  agar bisa membantu pemerintah dalam mencari solusi yang lebih baik untuk kedepannya.

Sehingga ia mengharapkan bisa bertemu dengan Menteri Pertanian agar bisa memberikan masukan dan bersinergi antara pengusaha dan petani terkait permsalahan cabai yang akhir akhir ini menjadi perbincangan yang cukup hangat.

Ia juga menambahkan, KTI masih mempunyai lahan tidur yang luas dan cocok untuk membangun industri cabai kedepan. Selain itu bisa juga meningkatkan taraf hidup petani.

Pada sebelumnya, Mentan mengeluarkan program 50 juta cabai di pekarangan di Seluruh Indonesia yang diklaim bisa menekan angka kemiskinan. Total 10 juta bibit pohon akan di sebarkan ke daerah daerah.

Hal ini dilakukan agar kebutuhan cabai nasional bisa terpenuhi, menekan inflasi hingga menekan angka kemiskinan. Dengan kebijakan tersebut diharapkan masyarakat Indonesia dapat menikmati dan memanen sendiri cabe yang mereka tanam di perkarangan rumah mereka sehingga dapat menekan harga cabe di pasaran.

Post Author: Agio Marietta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *